Penulis: Fidelis | Editor: Arfan
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Suasana Natal di Gereja Katolik St Gabriel Nunukan tahun ini dipersiapkan dengan penuh perhatian demi kenyamanan ribuan umat yang akan hadir.
Panitia Natal menerapkan sistem dua sesi misa untuk Misa Malam Natal dan Misa Natal pagi sebagai upaya mengantisipasi membludaknya jemaat.
Langkah tersebut diambil mengingat kapasitas gereja yang dapat menampung sekitar 2.000 umat. Dengan pembagian waktu ibadah, panitia berharap setiap umat dapat merayakan Natal dengan rasa aman, tertib, dan khusyuk.
Ketua Panitia Natal Gereja Katolik St Gabriel Nunukan, Marta, menyampaikan bahwa pengaturan ini merupakan bentuk pelayanan gereja kepada umat agar perayaan Natal tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga tertata dengan baik.
“Kami ingin memastikan umat merasa nyaman saat beribadah. Natal adalah momen sakral, sehingga suasana tenang dan tertib menjadi hal yang sangat kami perhatikan,” kata Marta kepada MataKaltara.com, selasa (23/12/2025) siang.
Misa Malam Natal dijadwalkan pada pukul 17.30 Wita dan 20.30 Wita. Sementara Misa Natal pagi akan dilaksanakan pada pukul 08.00 Wita dan 16.00 Wita.
Selain itu, umat juga dapat mengikuti Misa Tahun Baru yang akan digelar pada pukul 17.00 Wita.Tak hanya menyiapkan ruang ibadah di dalam gereja, panitia juga menyediakan tenda serta kursi di halaman gereja bagi umat yang tidak tertampung di dalam.
Fasilitas tersebut memungkinkan seluruh jemaat tetap dapat mengikuti jalannya misa meski dari luar gedung.
“Kami ingin semua umat tetap bisa beribadah bersama, meskipun harus berada di luar gereja. Yang terpenting adalah kebersamaan dan kekhusyukan,” ujar Marta.
Untuk menjamin keamanan selama perayaan Natal, panitia bekerja sama dengan aparat TNI dan Polri. Personel pengamanan disiagakan di sekitar gereja dan juga disediakan tenda khusus agar tetap dapat mengikuti misa saat bertugas.
Panitia juga mengajak umat untuk datang lebih awal, mengikuti arahan petugas, serta turut menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan gereja.
Kerja sama semua pihak dinilai menjadi kunci suksesnya perayaan Natal.Melalui perayaan Natal tahun ini, panitia berharap semangat kasih dan persaudaraan dapat semakin tumbuh di tengah masyarakat Nunukan.
“Natal mengajarkan kita untuk saling mengasihi dan peduli. Semoga damai Natal benar-benar dirasakan oleh seluruh umat dan masyarakat,” pungkas Marta.












