Nunukan

Reses DPRD Nunukan Andi Yakub Kawal PLBN Sebatik, Desak Pemerintah Pusat Percepat Diplomasi dengan Malaysia

×

Reses DPRD Nunukan Andi Yakub Kawal PLBN Sebatik, Desak Pemerintah Pusat Percepat Diplomasi dengan Malaysia

Sebarkan artikel ini

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Isu pengaktifan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Pulau Sebatik kembali menjadi perhatian serius dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Andi Yakub, di Daerah Pemilihan (Dapil) III, Jumat (21/02/2026).

Di hadapan sekitar 250 warga yang hadir, Andi Yakub menegaskan bahwa PLBN Sebatik bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan instrumen strategis negara dalam memperkuat kedaulatan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan.

“Kalau PLBN ini aktif, dampaknya bukan hanya simbolis. Perdagangan akan lebih tertib, pemasukan negara jelas, dan masyarakat punya kepastian hukum dalam beraktivitas lintas batas,” kata Andi kepada MataKaltara.com, Senin (23/02/2026).

Selama ini, warga Sebatik diketahui memiliki ketergantungan ekonomi dengan wilayah Sabah, Malaysia.

Namun belum beroperasinya PLBN secara resmi membuat aktivitas tersebut belum sepenuhnya terfasilitasi dalam sistem yang legal dan terintegrasi.

Menurut Andi Yakub, persoalan pengaktifan PLBN bukan berada di ranah daerah semata, melainkan menyangkut kesepakatan bilateral antarnegara.

Ia mengungkapkan bahwa hingga kini masih terdapat kendala dalam pengakuan resmi titik keluar-masuk internasional oleh pihak Malaysia.

“Kita di daerah tentu berharap ini segera terealisasi. Tapi ini menyangkut diplomasi antarnegara. Karena itu, kami terus mendorong pemerintah pusat agar menjadikan Sebatik sebagai prioritas dalam pembahasan bilateral Indonesia–Malaysia,” tegasnya.

Ia juga menyoroti bahwa keberadaan PLBN yang aktif akan membuka peluang investasi, meningkatkan aktivitas UMKM, serta memperkuat posisi tawar Indonesia di kawasan perbatasan.

Dalam suasana reses yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama tersebut, Andi Yakub mengajak masyarakat untuk tetap bersatu dan terus menyuarakan aspirasi secara konstruktif.

“Perbatasan bukan halaman belakang negara. Justru di sinilah wajah terdepan Indonesia terlihat. Kita harus pastikan masyarakat Sebatik mendapatkan perhatian dan keadilan pembangunan,” pungkasnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan berbuka puasa, sebagai simbol kebersamaan antara wakil rakyat dan masyarakat dalam memperjuangkan masa depan perbatasan yang lebih maju dan berdaulat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page