Nunukan

Reses di Sebatik Barat, Firman Latif Dorong Perbaikan Infrastruktur

×

Reses di Sebatik Barat, Firman Latif Dorong Perbaikan Infrastruktur

Sebarkan artikel ini

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Kegiatan reses yang digelar Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Firman Latif, di wilayah Sei Taiwan, Kecamatan Sebatik Barat, kembali menyoroti persoalan mendasar yang dirasakan masyarakat perbatasan, yakni kondisi infrastruktur jalan yang belum memadai.

Dalam pertemuan bersama warga, Jalan H. Junudi di RT 01 dan RT 04 menjadi topik utama pembahasan.

Ruas jalan tersebut selama ini berfungsi sebagai jalur vital aktivitas ekonomi masyarakat.

Namun hingga kini, perbaikannya belum juga terealisasi meskipun usulan peningkatan kualitas jalan hampir setiap tahun disampaikan melalui forum Musrenbang.

Firman menilai, posisi jalan tersebut sangat strategis karena menopang berbagai aktivitas ekonomi.

Di sepanjang jalur itu terdapat pusat distribusi kebutuhan pokok yang melayani pedagang kecil, serta menjadi akses utama keluar-masuk barang dagangan.

Selain perdagangan, kawasan tersebut juga menjadi titik aktivitas sektor perikanan.

Proses bongkar muat ikan dan rumput laut hasil tangkapan nelayan berlangsung rutin, sehingga kondisi jalan sangat berpengaruh terhadap kelancaran distribusi hasil laut.

Tak hanya aspek ekonomi, wilayah itu juga memiliki nilai strategis dari sisi pertahanan.

Di sekitar jalur tersebut berdiri pos TNI AD (Angkatan Darat) dan Pos Marinir, yang membutuhkan akses memadai untuk menunjang mobilitas.

“Jalan ini bukan hanya untuk kepentingan warga sekitar, tetapi juga mendukung perputaran ekonomi dan akses kawasan pertahanan. Sudah seharusnya menjadi prioritas,” kata Firman kepada MataKaltara.com, Selasa (17/02/2026.

Ia menegaskan, aspirasi masyarakat tidak boleh sekadar dicatat dalam dokumen perencanaan tanpa realisasi.

Pemerataan pembangunan di wilayah perbatasan, menurutnya, harus menjadi komitmen bersama agar tidak terjadi kesenjangan infrastruktur.

Selain peningkatan jalan, warga juga mengusulkan pemasangan lampu penerangan jalan umum karena aktivitas ekonomi berlangsung hingga malam hari.

Kondisi minim penerangan dinilai rawan dan mengganggu kenyamanan.

Di sektor pertanian, petani mengharapkan bantuan alat panen modern guna mempercepat proses panen dan meningkatkan kualitas hasil.

Sementara nelayan meminta dukungan sarana tangkap serta perbaikan akses jalan usaha tani agar distribusi hasil perikanan dan pertanian lebih lancar.

Firman memastikan seluruh aspirasi tersebut akan diperjuangkan dalam pembahasan program pembangunan daerah.

Ia berharap, perhatian terhadap Sebatik Barat sebagai kawasan perbatasan dapat diwujudkan melalui langkah konkret, bukan sekadar wacana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page