Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Rangkaian kegiatan Penyerapan Aspirasi Masyarakat (Reses) masa persidangan II Tahun 2026 Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Muhammad Nasir, berakhir di wilayah perbatasan RI-Malaysia, tepatnya di Mantikas, Desa Binalawan, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan pada Sabtu (21/02/2026).
Reses titik kelima ini dirangkaikan dengan buka puasa bersama dan dihadiri 130 warga, termasuk Kepala Desa Liang Bunyu Mansur, tokoh agama, tokoh masyarakat, ketua RT, tokoh pemuda, hingga penggerak ibu-ibu.
Dalam forum dialog yang berlangsung hangat di bulan Ramadan itu, masyarakat menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan bantuan sarana prasarana bagi kelompok tani dan nelayan (Gapoktan), serta dukungan untuk pembangunan dan perbaikan rumah ibadah.
Perwakilan Gapoktan menyebutkan bahwa keterbatasan alat dan fasilitas menjadi hambatan utama dalam meningkatkan produksi perikanan dan peternakan di wilayah pesisir perbatasan tersebut.
“Kami ingin meningkatkan hasil usaha, tapi sarana masih terbatas. Kalau ada bantuan alat dan fasilitas, kesejahteraan masyarakat pasti ikut naik,” ujar salah satu perwakilan kelompok tani.
Di sisi lain, tokoh agama juga berharap adanya dukungan pemerintah provinsi untuk pembangunan dan renovasi rumah ibadah yang menjadi pusat kegiatan sosial dan spiritual masyarakat.
Sebatik Wilayah Strategis Perbatasan
Menanggapi aspirasi tersebut, Muhammad Nasir menegaskan bahwa wilayah perbatasan seperti Sebatik Barat memang membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam penguatan ekonomi rakyat dan kehidupan sosial masyarakat.
“Sebatik ini wilayah strategis perbatasan. Kelompok tani dan nelayan harus diperkuat agar ekonomi masyarakat tumbuh. Rumah ibadah juga penting sebagai pusat pembinaan moral dan kebersamaan,” tegas Muhammad Nasir.
Anggota DPRD Kaltara dari Komisi II Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu memastikan seluruh aspirasi warga akan diperjuangkan melalui mekanisme pembahasan anggaran di DPRD Provinsi Kaltara, sesuai kewenangan yang ada.
“Reses ini bukan sekadar seremonial. Ini bagian dari komitmen kami untuk memperjuangkan kebutuhan riil masyarakat,” tutur Muhammad Nasir.












