Nunukan

Reses di Nunukan, DPRD Kaltara Ladullah Dorong Pengolahan Sampah untuk Redam Abrasi

×

Reses di Nunukan, DPRD Kaltara Ladullah Dorong Pengolahan Sampah untuk Redam Abrasi

Sebarkan artikel ini

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Persoalan sampah di wilayah pesisir kembali mengemuka dalam kegiatan Reses masa persidangan II Tahun 2026 yang digelar Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Ladullah, Sabtu (21/02/2026), sore.

Dalam dialog bersama warga di Jalan Pattimura, Kelurahan Selisun, Kecamatan Nunukan Selatan, Ladullah tak hanya mendengar keluhan, tetapi juga menawarkan gagasan konkret.

Ia sampaikan bahwa mengolah sampah plastik menjadi material padat atau yang ia sebut sebagai “sampah beku” untuk dimanfaatkan sebagai penahan ombak guna mengurangi abrasi pantai.

Menurutnya, persoalan sampah di Nunukan, khususnya kawasan pesisir, sudah berada pada tahap yang memerlukan langkah serius dan terukur.

“Di beberapa titik pesisir, sampah menumpuk cukup banyak, bahkan sampai di kolong rumah warga dan sepanjang garis pantai. Ini tidak bisa kita anggap sepele,” kata Ladullah kepada MataKaltara.com, Sabtu (21/02/2026).

Ia menyebut sejumlah kawasan seperti Selisun, Seimangkadu hingga Sei Bolong menjadi perhatian karena laporan warga terkait tumpukan sampah yang kian mengkhawatirkan.

Kondisi tersebut bukan hanya merusak estetika lingkungan, tetapi juga berpotensi mempercepat kerusakan pesisir akibat abrasi.

Sebagai Ketua Fraksi PKS DPRD Kaltara, Ladullah mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nunukan untuk membahas inovasi pengelolaan sampah yang lebih produktif.

“Solusi yang kita dorong adalah bagaimana sampah ini tidak hanya dibuang, tetapi dikumpulkan lalu diolah menjadi plastik beku yang bisa dimanfaatkan sebagai penahan ombak abrasi pantai,” jelasnya.

Ia menilai pendekatan tersebut dapat menjadi solusi ganda: mengurangi volume sampah sekaligus memperkuat perlindungan wilayah pesisir dari terjangan gelombang.

“Kalau ini berjalan, kita tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga menjaga garis pantai kita dari kerusakan. Artinya ada manfaat lingkungan dan manfaat jangka panjang untuk masyarakat,” pungkasnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa inovasi tersebut perlu ditopang dengan sistem pengelolaan sampah yang lebih optimal.

Salah satunya dengan penambahan armada pengangkut sampah agar distribusi dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) dapat berjalan maksimal.

“Saat ini kita masih melihat sampah menumpuk di beberapa titik, termasuk di pinggir jalan. Armada pengangkut harus ditambah supaya penanganannya lebih cepat dan merata,” tegasnya .

Ia berharap program pengolahan sampah menjadi material penahan abrasi ini dapat dikaji secara teknis dan direalisasikan melalui kolaborasi antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Harapan saya sederhana, solusi ini menjadi langkah nyata. Lingkungan kita bersih, pesisir kita terlindungi, dan masyarakat merasakan langsung manfaatnya,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page