Penulis: Fidelis | Editor: Felis
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Ribuan umat Katolik memadati Gereja Katolik St Gabriel Nunukan dalam perayaan Misa Rabu Abu, pada Rabu (18/02/2026) malam.
Hari ini umat Katolik di seluruh dunia merayakan Rabu Abu yang menandakan hari pertama Masa Prapaskah. Rabu Abu menjadi momentum pertobatan bagi umat Katolik.
Suasana hening menyelimuti gereja saat satu per satu umat maju menerima tanda salib dari abu di dahi simbol pertobatan dan awal perjalanan iman menuju Paskah.
Dalam homilinya, Pastor Mario mengajak umat menghayati Rabu Abu bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum pembaruan diri.
“Makna Rabu Abu itu sebagai tanda pertobatan. Makanya hari umat Katolik menerima tanda salib dari abu di dahi sebagai simbol penyesalan atas dosa dan komitmen untuk bertobat. Selain itu, sebagai umat Katolik kita harus menyadari bahwa manusia berasal dari debu tanah dan akan kembali menjadi debu. Rabu Abu juga sebagai awal Masa Prapaskah. Masa refleksi diri, berdoa, puasa, dan bersedekah selama 40 hari sebelum Paskah,” kata Pastor Mario kepada MataKaltara.com.
Lebih lanjut Pastor Mario meminta umat Katolik untuk merenungi injil Matius 6:16-18. Dalam bacaan itu, Yesus Kristus menegaskan agar puasa tidak dilakukan demi pujian manusia.
“Apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi,” tutur Pastor Mario membaca ayat dalam injil Matius.
“Puasa bukan untuk pamer kesalehan. Yesus menegur orang yang berpuasa supaya dipuji manusia. Puasa itu relasi pribadi dengan Allah. Puasa adalah tindakan batin antara manusia dan Tuhan, bukan ajang pencitraan. Keaslian hati lebih penting daripada ritual luar. Fokusnya pada ketulusan, bukan penampilan,” ucap Pastor Mario.
Menurutnya, selain refleksi diri, berpuasa dan berpantang, dalam masa pra Paskah ini umat Katolik juga harus sedekah dan berdoa.
“Puasa atau pantang dan bersedekah tidak akan lengkap tanpa berdoa. Tapi ingat bahwa jangan memamerkan kalau kita sedang berdoa. Perintah Yesus bahwa masuk kamarmu, kunci pintunya dan berdoalah. Jangan seperti orang munafik yang suka memamerkan. Jadi jangan kaburkan makna puasa,” ungkapnya












