Nunukan

Penurunan Kemiskinan Nunukan BPS Ungkap Fakta dan Program di Baliknya

×

Penurunan Kemiskinan Nunukan BPS Ungkap Fakta dan Program di Baliknya

Sebarkan artikel ini

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Tahun 2025, kabar baik datang dari Kabupaten Nunukan. Angka kemiskinan menurun menjadi 5,27 persen, turun dari 5,73 persen pada 2024, menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan.

Kepala BPS Nunukan, Iskandar Ahmaddien, menyebutkan bahwa penurunan ini tak lepas dari program pemerintah yang menyentuh langsung kehidupan sehari-hari masyarakat.Salah satunya adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.

Anak-anak yang mendapat MBG membuat keluarga bisa mengalihkan pengeluaran makan ke kebutuhan lain, meningkatkan daya beli rumah tangga.

“Kalau seorang ibu punya tiga anak dan semuanya mendapatkan MBG, uang yang biasanya digunakan untuk makan bisa dipakai untuk beli kebutuhan lain. Ini efeknya luar biasa,” kata Iskandar kepada MataKaltara.com, rabu (28/01/2026).

Tak hanya dari sekolah, stabilnya harga rumput laut sumber pendapatan utama warga pesisir juga menjadi faktor penting.Ditambah lagi, bantuan pemerintah seperti BPJS gratis dan seragam sekolah gratis, turut memperkuat penurunan angka kemiskinan.

BPS menggunakan SUSENAS dan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memetakan kondisi masyarakat, membedakan antara kemiskinan makro dan mikro.

Dengan data ini, pemerintah bisa menyalurkan bantuan lebih tepat sasaran, misalnya kepada rumah tangga paling membutuhkan (desil 1).

Sebagai gambaran, batas kemiskinan per orang per bulan di Nunukan adalah Rp621.290. Artinya, keluarga dengan empat anggota yang memiliki pengeluaran di bawah Rp2,4 juta per bulan masuk kategori miskin.

Iskandar menekankan, data kemiskinan bersifat dinamis.

“Seseorang bisa berada di desil 1 hari ini, tapi bulan depan sudah naik ke desil 5. Kondisinya bisa berubah setiap bulan,” jelas Iskandar.

Dengan penurunan angka kemiskinan ini, Nunukan menunjukkan bahwa kombinasi program sosial, stabilitas ekonomi lokal, dan pemetaan data yang tepat mampu meningkatkan kesejahteraan warga, dari sekolah hingga ke laut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page