Pemkab Nunukan

Pemkab Nunukan Minta Pedagang Konsisten Buka Lapak di Food Court UMKM

×

Pemkab Nunukan Minta Pedagang Konsisten Buka Lapak di Food Court UMKM

Sebarkan artikel ini

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan (Pemkab) Kalimantan Utara (Kaltara), meminta para pelaku usaha yang telah menempati Food Court UMKM agar konsisten membuka lapak setiap hari.

Konsistensi dinilai menjadi faktor utama dalam menentukan ramai atau tidaknya pusat kuliner yang baru diresmikan tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang UKM pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Nunukan, Mardiana, usai pembukaan Food Court UKM Center, Senin (16/02/2026).

Menurutnya, peresmian hanyalah langkah awal. Tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah seremoni selesai, yakni menjaga agar seluruh tenant tetap aktif berjualan secara rutin.

“Yang menentukan ke depan itu konsistensi. Minimal buka setiap hari dulu. Kalau ada yang buka dan ada yang kosong, masyarakat jadi kurang tertarik datang,” kata Mardiana kepada MataKaltara.com, Selasa (17/02/2026).

Ia menegaskan, masyarakat cenderung memilih lokasi yang terlihat hidup dan ramai.

Sebaliknya, jika pengunjung beberapa kali datang dan mendapati banyak lapak tutup, minat untuk kembali akan menurun.

“Kalau orang datang dan semua buka, pilihan menunya banyak, suasana juga terasa ramai, pasti mereka nyaman. Tapi kalau sering tutup, lama-lama orang malas datang lagi,” ujarnya.

Mardiana juga menyadari sebagian besar pelaku UMKM yang menempati lokasi tersebut berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.

Modal usaha yang dimiliki relatif kecil, bahkan ada yang memulai dengan sarana seadanya.

Karena itu, ia meminta para pedagang tidak langsung berorientasi pada keuntungan besar, melainkan fokus menjaga konsistensi dan kualitas secara bertahap.

“Yang penting konsisten dulu. Pelan-pelan tingkatkan kualitas, jaga kebersihan, pelayanan diperbaiki, variasi menu ditambah. Usaha itu prosesnya tidak instan,” jelasnya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, hadir untuk memfasilitasi ruang usaha dan memberi kesempatan.

Namun keberlanjutan usaha tetap bergantung pada komitmen masing-masing pelaku UMKM.

Ke depan, Food Court UMKM diharapkan berkembang menjadi pusat jajanan baru sekaligus ruang interaksi masyarakat di Nunukan.

Pemerintah juga merencanakan fasilitas pendukung seperti pertunjukan musik langsung dan layanan Wi-Fi gratis untuk menarik minat generasi muda, meski realisasinya masih menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.

“Fasilitas itu pendukung. Tapi kalau pedagangnya tidak konsisten, tetap sulit berkembang. Jadi kuncinya ada di kedisiplinan dan kekompakan bersama,” ungkapnya.

Pemkab Nunukan berharap dalam beberapa bulan pertama, pola kunjungan masyarakat dapat terbentuk apabila seluruh pedagang menunjukkan komitmen yang sama untuk membuka lapak secara rutin.

“Kalau sudah terbiasa ramai, Food Court UMKM mampu tumbuh menjadi ikon kuliner baru sekaligus ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page