Nunukan

Musrenbang Kewilayahan, Komisi II DPRD Suarakan Aspirasi Masyarakat Nunukan Selatan

×

Musrenbang Kewilayahan, Komisi II DPRD Suarakan Aspirasi Masyarakat Nunukan Selatan

Sebarkan artikel ini

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Pemerintah Kabupaten Nunukan (Pemkab), Kalimantan Utara (Kaltara) kewilayahan untuk Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan digelar di Cafe Sayn, Jumat (13/02/2026).

Momentum tersebut dimanfaatkan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Nunukan, Andi Fajrul Syam (AFs), untuk menyuarakan berbagai kebutuhan mendesak masyarakat, khususnya di wilayah Nunukan Selatan.

Andi Fajrul Syam menegaskan, pembangunan tidak boleh berhenti pada tataran wacana. Ia menyoroti masih lemahnya dukungan terhadap sektor pertanian, padahal sebagian besar warga menggantungkan hidup dari sektor tersebut.

Menurutnya, produktivitas petani sulit meningkat tanpa dukungan sarana yang memadai, mulai dari jalan usaha tani, irigasi, hingga akses permodalan.

“Arah pembangunan harus benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat, terutama masyarakat di Nunukan Selatan,” tegas Andi kepada MataKaltara.com, Sabtu (14/02/2026).

Ia juga menekankan pentingnya penguatan brigade pangan melalui dukungan anggaran yang jelas dan terukur.

Sebab, tidak semua kelompok tani memiliki kemampuan finansial untuk berkembang secara mandiri.

“Intervensi pemerintah sangat memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat. Pertumbuhan ekonomi harus menjadi ukuran keberhasilan pembangunan. Kalau ekonomi tumbuh, masyarakat pasti merasakan dampaknya,” ujarnya.

Di sektor kelautan, Andi Fajrul Syam menyebut Kabupaten Nunukan memiliki potensi besar, khususnya budidaya rumput laut.Ia mengungkapkan, produksi rumput laut triwulan pertama 2025 mencapai Rp215 miliar dan menjadikan daerah ini salah satu penghasil terbesar di Indonesia.

Namun, besarnya potensi itu juga dibarengi tantangan serius.

Konflik pemanfaatan ruang laut antara pembudidaya, nelayan tangkap, hingga jalur transportasi seperti speedboat dan kapal ferry kerap memicu gesekan di lapangan.

“Kita tahu bersama vanyak warga Nunukan Selatan menggantungkan hidup dari komoditas tersebut. Namun, tata kelola ruang laut harus ditata lebih baik agar tidak merugikan pelaku usaha kecil di pesisir,” tutur Andi yang juga politisi Partai Nasdem itu.

juga mengangkat aspirasi warga Kampung Mamolo, Desa Tanjung Harapan, yang pernah mendapat pengakuan sebagai kampung perikanan terbaik dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Menurutnya, warga di daerah itu meminta perbaikan jerambah sebagai akses vital aktivitas ekonomi serta penempatan pos pemadam kebakaran mengingat kondisi akses jalan yang cukup menantang.

Kebutuhan infrastruktur serupa juga disampaikan warga Kelurahan Mansapa. Dimana, kata dia, perbaikan akses dinilai krusial untuk memperlancar mobilitas pembudidaya dan distribusi hasil produksi.

Pada sektor kesehatan, masyarakat Tanjung Harapan mengusulkan penambahan fasilitas Puskesmas karena jarak ke Puskesmas Sedadap dianggap terlalu jauh.

“Mereka juga meminta penambahan ruang bersalin serta pemisahan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) agar pelayanan lebih optimal dan manusiawi,” ucapnya.

Tak kalah penting, persoalan penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) turut menjadi sorotan.

Warga berharap adanya fasilitas rehabilitasi khusus dan koordinasi lintas instansi yang lebih jelas, melibatkan Dinas Kesehatan, Satpol PP, hingga Dinas Sosial agar penanganannya tidak lagi bersifat sporadis.

Di sisi lain, Andi Fajrul Syam mendorong penguatan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Nunukan Selatan.

Ia optimistis, dengan dukungan infrastruktur, permodalan, dan promosi yang tepat, kawasan tersebut dapat berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang ramai dikunjungi masyarakat, termasuk dari wilayah Sebatik dan Kabudaya.

“Seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan terus kita perjuangkan dalam pembahasan prioritas pembangunan daerah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page