Pemkab Nunukan

Miniatur 28 Rumah Adat Bakal Hadir di Hutan Mangrove Nunukan

×

Miniatur 28 Rumah Adat Bakal Hadir di Hutan Mangrove Nunukan

Sebarkan artikel ini

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Pemerintah daerah di Kabupaten Nunukan (Pemkab) terus menyiapkan langkah konkret dalam pengembangan sektor pariwisata.

Salah satu program yang tengah dimatangkan adalah pembangunan miniatur 28 rumah adat Nusantara di kawasan hutan mangrove yang berada di pusat kota.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Nunukan, Sura’i, menjelaskan bahwa rencana tersebut akan difokuskan pada kawasan mangrove seluas kurang lebih 9 hektare yang terletak di belakang Gedung Gadis 1, RT 06 Kelurahan Nunukan Selatan.

Menurutnya, kawasan tersebut sebenarnya telah memiliki akses berupa jembatan, namun hingga kini belum dikembangkan secara optimal sebagai destinasi wisata.

“Kami ingin menghadirkan konsep ‘Rumah Adat Nusantara’ dengan membangun miniatur rumah adat dari 28 suku yang terdaftar di Kesbangpol. Ini akan menjadi daya tarik wisata baru sekaligus sarana edukasi budaya,” kata Sura’i kepada MataKaltara.com, Kamis (02/04/2026).

Ia menilai, konsep wisata berbasis budaya dan alam tersebut sangat relevan dengan karakter Nunukan sebagai daerah perbatasan yang memiliki keragaman masyarakat.

Kehadiran miniatur rumah adat di tengah kawasan mangrove diharapkan mampu menjadi simbol persatuan dan keberagaman Indonesia.

“Kita ingin wisatawan yang datang tidak hanya menikmati alam, tetapi juga mengenal keberagaman budaya Indonesia dalam satu kawasan,” ujarnya.

Selain menghadirkan nilai edukasi budaya, pengembangan kawasan mangrove juga diarahkan untuk mendukung pelestarian lingkungan pesisir.

Penataan kawasan akan dilakukan dengan konsep wisata ramah lingkungan agar ekosistem mangrove tetap terjaga.

“Wisata harus berjalan seiring dengan pelestarian alam. Mangrove ini harus tetap menjadi benteng ekologis sekaligus ruang wisata yang nyaman,” jelasnya.

Pemerintah daerah juga melihat peluang besar dari sisi ekonomi masyarakat.

Kawasan tersebut direncanakan menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk kuliner, kerajinan, dan suvenir khas daerah.

“Jika kawasan ini berkembang, maka dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Aktivitas ekonomi akan tumbuh, lapangan usaha terbuka, dan kawasan kota menjadi lebih hidup,” ungkapnya.

Rencana pengembangan tersebut telah disampaikan secara informal kepada Kementerian Pariwisata dan akan segera dilengkapi dengan proposal resmi agar dapat memperoleh dukungan program dari pemerintah pusat.

“Harapan kami, proyek ini bisa mulai direalisasikan tahun ini dan menjadi ikon wisata baru Nunukan yang membanggakan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page