Nunukan

Menteri Besar Kelantan Sambangi SMAIT Ibnu Sina Nunukan, Jajaki Kerja Sama Pendidikan Islam Lintas Negara

×

Menteri Besar Kelantan Sambangi SMAIT Ibnu Sina Nunukan, Jajaki Kerja Sama Pendidikan Islam Lintas Negara

Sebarkan artikel ini

Penulis: Arpan | Editor: Fidelis

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu (SMAIT) Ibnu Sina Kabupaten Nunukan mendapat kehormatan menerima kunjungan silaturrahim Yang Amat Berhormat (YAB) Dato’ Panglima Perang Ustadz Dato’ H. Moh. Nassuruddin bin H. Daud, Menteri Besar Kelantan, Malaysia, Sabtu (24/01/2026).

Didampingi istri, Yang Amat Berbahagia (YABhg) Datin Nor Hanita binti Wan Yaacob, serta rombongan berjumlah 19 orang, kunjungan ini menjadi momentum penting penguatan hubungan pendidikan Islam di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Rombongan disambut langsung Ketua Dewan Pembina Yayasan Ibnu Sina sekaligus Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Muhammad Nasir, yang memimpin prosesi penyambutan dan menyampaikan sambutan mewakili keluarga besar Yayasan Ibnu Sina.

Turut mendampingi YAB Menteri Besar Kelantan antara lain Dato’ H. Abd. Rahman bin Yunus, H. Zuraidin bin Abdullah, Ustadz Ku M. Zaki bin Hussin, serta Razuan bin Awang Hamad selaku Pengarah Urus Setia Penerangan dan Komunikasi Negeri Kelantan.

Dalam sambutannya, Muhammad Nasir menjelaskan bahwa Yayasan Ibnu Sina saat ini menaungi sejumlah satuan pendidikan, mulai dari TPAIT, TKIT, SMPIT hingga SMAIT, dengan total peserta didik sekitar 1.200 siswa.

Khusus SMAIT Ibnu Sina, terdapat 76 siswa yang mengikuti program Boarding School dan Full Day School. Ia juga mengakui, secara sarana dan prasarana sekolah masih memiliki keterbatasan, baik dari jumlah ruang belajar maupun fasilitas pendukung.

Namun, hal tersebut tidak menyurutkan visi besar lembaga pendidikan di wilayah perbatasan tersebut.

“Secara fisik mungkin sekolah kami belum besar, fasilitas masih terbatas. Tapi kami punya cita-cita besar, melahirkan generasi yang kuat iman dan akhlaknya, cerdas secara intelektual, serta siap menjadi pemimpin umat, khususnya dari daerah perbatasan seperti Nunukan,” ujar Nasir kepada MataKaltara.com, Senin (26/01/2026).

Sementara itu, YAB Moh. Nassuruddin bin H. Daud mengungkapkan bahwa kunjungannya ke Nunukan berawal dari lawatan kerja ke Tawau, Sabah.

Mengetahui kedekatan geografis Nunukan dengan Malaysia serta adanya lembaga pendidikan Islam yang berkembang di wilayah ini, ia memutuskan melanjutkan perjalanan silaturrahim ke Kabupaten Nunukan.

Ia mengapresiasi model pendidikan yang diterapkan Yayasan Ibnu Sina, yang dinilainya berhasil mengintegrasikan pendidikan intelektual dengan nilai spiritual.

“Ini satu usaha yang sangat mulia dalam Islam, menyatukan ilmu pengetahuan dengan ketuhanan, sehingga melahirkan manusia yang cerdas sekaligus berakhlak,” tuturnya.

Menanggapi apresiasi tersebut, Muhammad Nasir berharap kunjungan ini dapat berlanjut ke bentuk kerja sama nyata, seperti pertukaran pelajar, berbagi pengalaman pengelolaan pendidikan, hingga penguatan jejaring sekolah Islam antara Kelantan dan Nunukan.

“Kami berharap silaturrahim ini menjadi pintu awal kolaborasi konkret lintas negara. Ini juga menjadi simbol penguatan ukhuwah Islamiyah serta peluang kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Malaysia, khususnya di kawasan perbatasan,” pungkas Nasir.

Momentum silaturrahim kian terasa hangat saat Muhammad Nasir menyerahkan cinderamata kepada YAB Menteri Besar Kelantan. Dengan senyum penuh keakraban, Nasir menyerahkan plakat kenang-kenangan sebagai simbol persaudaraan lintas negara, disaksikan langsung oleh istri YAB serta jajaran rombongan.

Momen sederhana itu menjadi penanda eratnya hubungan emosional antara dua wilayah serumpun, sekaligus harapan agar pertemuan ini tak berhenti sebagai kunjungan formal, melainkan berlanjut menjadi kolaborasi nyata bagi masa depan pendidikan Islam di kawasan perbatasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page