Penulis:Fidelis | Editor:Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab).Nunukan memastikan program Subsidi Ongkos Angkut (SOA) barang ke wilayah Krayan akan segera bergulir mulai pertengahan September 2025.
Skema ini disiapkan khusus menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), saat kebutuhan pokok warga pedalaman meningkat drastis.
Kasi Pengendalian Barang Pokok, Penting dan Pemasaran Produk Dalam Negeri, Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Nunukan, Abdul Rahman, mengatakan tahun ini terdapat penambahan signifikan anggaran SOA.
“Kalau biasanya hanya Rp1,2 miliar, tahun ini digabung dari APBD murni dan perubahan jadi lebih dari Rp2 miliar. Ada kenaikan 100 persen, karena APBD murni tidak berjalan SOA barang,” ujarnya kepada MataKaltara.com, Jumat (29/08/2025), sore.
Dengan anggaran tersebut, DKUPP merencanakan 40 kali penerbangan (flight) SOA barang ke dataran tinggi Krayan menggunakan pesawat jenis Caravan berkapasitas 1 ton dan Pilatus berkapasitas 600 Kg.
“Bandara Long Bawan akan melayani Krayan Induk, Krayan Barat, dan Krayan Timur, masing-masing 8 flight. Jadi total 24 flight. Bandara Long Layu untuk Krayan Selatan, 8 flight. Bandara Binuang untuk Krayan Tengah, 8 flight,” kata Abdul Rahman.Lanjut Abdul Rahman,”Kapasitas barang 1 ton per sekali jalan. Targetnya semua selesai sebelum 25 Desember,” tambahnya.
Mengapa Tidak dari Januari 2025?Menurut Abdul Rahman, program SOA barang memang sengaja difokuskan menjelang Nataru, bukan sepanjang tahun.
Sebab, sejak Januari 2025 sudah ada program Jembatan Udara (Jembara) yang sumber anggarannya berasal dari APBN.
“Awal tahun sampai Desember ada program Jembara dengan alokasi 104 flight. Jadi penerbangan ke Krayan sudah terbagi. SOA daerah kami fokuskan jelang Nataru karena kebutuhan barang pasti meningkat,” ucapnya.
Meski ditopang dua program sekaligus, Abdul Rahman mengakui distribusi barang ke Krayan tetap menghadapi tantangan besar.
Selain cuaca, keterbatasan armada pesawat juga sering menjadi kendala.Namun, dengan kombinasi Jembara dari pusat dan SOA dari pemerintah daerah, Abdul Rahman optimis kebutuhan pokok warga Krayan dapat terjamin.
“Prinsipnya, jangan sampai ada gejolak harga karena keterlambatan distribusi barang,” ungkapnya.






