Penulis : Fidelis | Editor : Castro
MATAKALTARA.COM, TARAKAN – DPRD Provinsi Kalimantan Utara melalui Ketua Komisi III, Jufri Budiman, menggelar pertemuan dengan jajaran PT Pertamina Fuel Terminal (FT) Tarakan, Rabu (4/3/2026), untuk memastikan kesiapan pasokan energi menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah persoalan yang dikeluhkan masyarakat menjadi sorotan, khususnya terkait distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG 3 kilogram.
Jufri mengungkapkan, meskipun secara data pasokan LPG subsidi untuk wilayah seperti Nunukan, Malinau, Tana Tidung, Tarakan, hingga Bulungan dinyatakan mencukupi, kondisi di lapangan justru menunjukkan sebaliknya. Masyarakat masih kesulitan mendapatkan gas bersubsidi dan harus antre panjang.
Ia menegaskan agar Pertamina tidak hanya berpatokan pada laporan administratif, tetapi juga melakukan pengawasan langsung hingga ke tingkat distribusi paling bawah.
“Kami minta pengawasan diperketat. Jangan hanya berdasarkan laporan, tapi pastikan distribusi benar-benar sampai ke masyarakat,” ujarnya, kepada MataKaltara.com, Rabu (18/3/2026) sore.
Di tengah kritik tersebut, Jufri juga menyampaikan bahwa secara umum ketersediaan energi menjelang mudik dan lebaran dalam kondisi aman. Stok LPG diperkirakan cukup untuk 19 hari ke depan, ditambah suplai dari Balikpapan sekitar 150 ton.
“Secara keseluruhan, ketersediaan energi disebut mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga satu bulan ke depan. Untuk BBM nonsubsidi seperti Pertamax, distribusi juga kita harapkan lancar dengan kesiapan kapal tanker yang siaga melakukan bongkar muat,” jelas Jufri.
Selain itu, DPRD juga menyoroti persoalan antrean di SPBU serta adanya SPBU yang kerap tutup tanpa pemberitahuan. Kondisi ini dinilai mengganggu aktivitas masyarakat, terutama menjelang arus mudik.
Jufri meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap operasional SPBU, termasuk pengaturan distribusi antara BBM subsidi dan nonsubsidi.
“Kami dorong ada pemisahan yang jelas antara BBM subsidi dan nonsubsidi, sehingga kendaraan industri tidak mengambil jatah masyarakat,” pungkasnya.
Ia berharap, pertemuan ini menjadi langkah awal perbaikan sistem distribusi energi di Kaltara, sehingga kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri dapat terpenuhi dengan baik.












