Longsor Tutup Jalan Nasional di Gunung Batu Mayo, Akses Ekonomi dan Transportasi Warga Tulin Onsoi-Sebuku Lumpuh

oleh

Penulis:Fidelis | Editor:Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Hujan lebat semalam memicu longsor besar di Jalan Gunung Batu Mayo, Desa Salang, Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan, Rabu (13/08/2025), dini hari.

Material tanah, batu, dan pohon menutup total badan jalan nasional yang menjadi akses utama warga Tulin Onsoi dan Sebuku menuju Sei Ular, pintu masuk ke ibu kota Kabupaten Nunukan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, Arief Budiman, mengatakan dirinya telah mengerahkan petugas ke lokasi.

Ia juga sudah berkoordinasi dengan Balai Jalan Nasional agar segera melakukan penanganan, karena jalan tersebut menjadi kewenangan nasional.

“Saya dapat informasi, warga sudah berinisiatif menggunakan alat berat untuk membersihkan jalan. Longsor terjadi diduga akibat banjir dan aliran air dari kebun di daerah perbukitan yang turun ke jalan,” kata Arief Budiman kepada MataKaltara.com, siang.

Sementara itu, Camat Tulin Onsoi, Kristoforus, menyebut jalan tersebut adalah satu-satunya akses darat dari Tulin Onsoi dan Sebuku ke Sei Ular.

Dari dermaga Sei Ular, perjalanan dilanjutkan dengan speedboat menyeberang menuju Nunukan.

“Sopir travel dari dua arah terpaksa saling tukar penumpang di tengah jalan karena kendaraan tidak bisa melintas. Alat berat sudah ada di lokasi, tapi masih menunggu tronton,” ucap Kristoforus.

Ia menambahkan, hujan deras semalam membuat kebun warga tergenang dan longsor.

Material kayu, bebatuan, dan tanah menutup badan jalan. Salah satu penyebab longsor, menurutnya, adalah pembukaan lahan di lereng gunung untuk perkebunan sawit.

“Salah satu penyebab longsor itu karena hutan dibabat untuk tanam sawit,” ujarnya.

Selain itu, Camat Sebuku, Rudiansyah, menuturkan dirinya sempat melintas sehari sebelumnya, mengatakan titik longsor kecil sudah terlihat sebelum hujan lebat.

Ia menilai kondisi lereng di Gunung Mayo dan sekitarnya semakin rawan karena hampir seluruh kawasan dibabat untuk sawit.

“Kalau dibiarkan, setiap hujan lebat pasti longsor. Dampaknya besar, mobil tidak bisa lewat, akses ekonomi lumpuh. Petani tidak bisa mengangkut sawit ke pabrik, dan distribusi barang ke kecamatan juga terganggu. Mobilitas manusia juga terhenti,” tutur Rudiansyah.

Rudiansyah menegaskan, Jalan Gunung Batu Mayo adalah jalur vital yang menghubungkan sejumlah kecamatan di perbatasan, seperti Lumbis, Lumbis Ogong, Lumbis Hulu, Lumbis Pansiangan, Sembakung, hingga Sembakung Atulai.

Jalur ini juga menjadi akses darat menuju Kabupaten Malinau, Tana Tidung, dan Bulungan.

Hingga berita ini diturunkan, proses pembersihan jalan belum dilakukan. BPBD Nunukan mengimbau masyarakat yang hendak melintas untuk menunda perjalanan hingga akses kembali dibuka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *