Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Sei Jepun, Kabupaten Nunukan, menjadi perhatian serius pada momentum libur Tahun Baru 2026.
Meningkatnya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan jasa transportasi laut mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Nunukan memperkuat pengamanan dan pengawasan secara terpadu.
Sebagai langkah antisipatif, Dishub Nunukan mengintensifkan koordinasi lintas sektor dengan sejumlah instansi terkait.
Pengamanan dilakukan bersama unsur TNI-Polri, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Basarnas, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta instansi pendukung lainnya.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelabuhan Sei Jepun, Agus Rauf, menegaskan bahwa sinergi antari nstansi menjadi kunci utama untuk memastikan kelancaran dan keselamatan penyeberangan, khususnya pada momen pergantian tahun yang kerap diwarnai lonjakan jumlah penumpang.
“Koordinasi lintas sektor ini penting agar setiap potensi kerawanan bisa diantisipasi sejak dini. Petugas gabungan kami siagakan untuk memastikan aktivitas penyeberangan berjalan aman, tertib, dan lancar,” Agus kepada MataKaltara.com, sabtu (03/01/2026).
Ia menjelaskan, kehadiran petugas dari berbagai instansi di lapangan tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan, tetapi juga bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jasa penyeberangan.
Pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengaturan arus penumpang, pemeriksaan kapal, hingga pengendalian situasi di area dermaga.
“Pada momen tahun baru, potensi penumpukan penumpang cukup tinggi. Dengan sinergi lintas sektor, kami berupaya menjaga keamanan dan ketertiban agar situasi tetap kondusif,” tambahnya.
Selain pengamanan fisik, Dishub Nunukan juga menaruh perhatian besar pada aspek keselamatan pelayaran. Himbauan secara rutin disampaikan kepada penumpang dan penyedia jasa angkutan laut agar mematuhi seluruh standar keselamatan sebelum kapal bertolak.
Agus menegaskan bahwa keselamatan merupakan prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Kewajiban penggunaan jaket pelampung, pemeriksaan kelayakan kapal, serta larangan mengangkut penumpang melebihi kapasitas terus disosialisasikan kepada para operator kapal.
“Kami terus mengingatkan agar keselamatan selalu menjadi yang utama sebelum berlayar,” tegasnya.
Untuk mendukung pengawasan tersebut, Dishub Kabupaten Nunukan menurunkan sekitar 20 personel yang disiagakan khusus di Pelabuhan Sei Jepun.
Personel ini ditempatkan di sejumlah titik strategis, mulai dari pintu masuk pelabuhan, area tunggu penumpang, hingga dermaga penyeberangan.
Dengan pengamanan dan koordinasi terpadu ini, Dishub Nunukan berharap seluruh aktivitas penyeberangan selama libur Tahun Baru 2026 dapat berjalan dengan lancar, aman, dan tanpa insiden yang merugikan masyarakat.






