Nunukan

Koperasi Merah Putih Hadir di Sebatik Jawaban Akses Modal dan Usaha Warga

×

Koperasi Merah Putih Hadir di Sebatik Jawaban Akses Modal dan Usaha Warga

Sebarkan artikel ini

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Pembangunan Koperasi Merah Putih di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, menjadi langkah strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi masyarakat perbatasan RI–Malaysia.

Peletakan batu pertama yang dilaksanakan pada Sabtu (17/01/2026) menandai dimulainya upaya kolektif untuk mendorong kemandirian ekonomi desa.

Selama ini, masyarakat perbatasan masih menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari akses permodalan hingga pemasaran hasil usaha.

Kehadiran Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menjadi solusi melalui sistem pengelolaan usaha yang terorganisir dan berbasis kebersamaan.

Koperasi ini tidak hanya difungsikan sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga sebagai wadah pengembangan berbagai potensi unggulan desa.

Sektor pertanian, perkebunan, perikanan, serta produk UMKM akan dikelola secara terpadu guna meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk lokal.

Komandan Kodim 0911/Nunukan Letkol Inf Tony Prasetyo menilai koperasi sebagai pilar penting dalam memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi di wilayah perbatasan.

Menurutnya, kesejahteraan masyarakat berbanding lurus dengan stabilitas dan keamanan wilayah.

“Jika ekonomi masyarakat kuat, maka ketahanan wilayah juga akan semakin kokoh. Karena itu, koperasi harus menjadi milik bersama yang dijaga dan dikembangkan,” kata Tony kepada MataKaltara.com, senin (19/01/2026).

Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam memastikan koperasi berjalan sesuai tujuan.

Dukungan lintas sektor dinilai menjadi modal awal agar koperasi dapat beroperasi secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Karang, Faisal, menyebut pembangunan koperasi merupakan bagian dari program jangka panjang desa dalam meningkatkan kesejahteraan warga.

Ia berharap koperasi mampu membuka peluang usaha baru serta memperluas lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

“Kami ingin koperasi ini menjadi motor penggerak ekonomi desa, bukan hanya tempat transaksi, tetapi juga pusat pembinaan dan pengembangan usaha masyarakat,” ungkapnya Faisal.

Dengan dimulainya pembangunan Koperasi Merah Putih, masyarakat Desa Tanjung Karang menaruh harapan besar terhadap peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi.

Ke depan, konsistensi pengelolaan dan partisipasi aktif anggota akan menjadi penentu keberhasilan koperasi dalam mewujudkan kesejahteraan bersama di kawasan perbatasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page