Penulis : Fidelis | Editor : Castro
MATAKALTARA.COM, TARAKAN – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Dino Andrian, menyoroti besarnya pendapatan yang diterima para pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kaltara.
Dalam rapat koordinasi bersama BPJS Kesehatan, Dino mengajak para pemilik SPPG untuk turut memikul tanggung jawab sosial dengan membantu membiayai iuran kepesertaan masyarakat kurang mampu, di tengah tekanan fiskal pemerintah daerah.
Ia mengungkapkan, di tengah masyarakat berkembang pandangan terkait besarnya aliran dana negara yang diterima pihak SPPG. Bahkan, menurutnya, pendapatan yang diterima bisa mencapai jutaan rupiah setiap hari.
“Di masyarakat sering terdengar, siapa yang sekarang banyak uangnya? SPPG. Setiap hari insentifnya bisa mencapai Rp6 juta. Bahkan ketika program tidak berjalan, anggaran tetap cair,” tegas Dino, kepada MataKaltara.com, Rabu (18/3/2026) siang.
Melihat potensi tersebut, ia mengusulkan agar BPJS Kesehatan menjalin komunikasi intensif dengan para pemilik SPPG, agar mereka bersedia berkontribusi menanggung iuran peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).
Politisi Partai Hanura itu berharap para pemilik SPPG tidak hanya menjadi penerima manfaat anggaran negara, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, khususnya bagi masyarakat kurang mampu di Kaltara. Menurutnya, membantu iuran 20 hingga 30 peserta setiap bulan merupakan hal yang masih realistis.
“Tujuannya agar ada peran sosial. Jangan hanya menikmati anggaran negara. Dengan pendapatan yang cukup besar, saya kira menanggung 20–30 orang per bulan masih memungkinkan,” ujarnya.
DPRD Kaltara pun menyatakan siap memfasilitasi pertemuan antara BPJS Kesehatan dan para pemilik SPPG guna membahas skema kontribusi tersebut.
Dino menegaskan, usulan ini merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi, sehingga kepesertaan BPJS mereka tidak sampai nonaktif.
“Kembali pada hati nurani masing-masing. Apalagi ini bulan suci Ramadan, momentum untuk berbagi. Jika ada kepedulian, tentu bisa ikut berkontribusi,” pungkasnya.
Dalam pertemuan tersebut, rombongan Komisi IV DPRD Kaltara diterima langsung oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tarakan, Yusef Eka Darmawan, bersama jajaran untuk menindaklanjuti potensi kolaborasi kepesertaan.












