Penulis: Arfan | Editor: Fidelis
MATAKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menorehkan prestasi membanggakan.
Pada pengukuran Indeks Harmoni Indonesia (IHAI) Tahun 2025, Kaltara berhasil menempati posisi empat besar sebagai provinsi paling harmonis di Indonesia.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltara, Jonilius, mengungkapkan bahwa pengukuran IHAI 2025 dilakukan terhadap 353 kabupaten/kota di 24 provinsi melalui survei daring pada 3–24 Maret 2025.
Namun, hanya empat provinsi yang mampu memenuhi standar pelaporan tingkat provinsi, yakni dengan capaian minimal 1.250 responden di setiap kabupaten/kota.
“Dari 24 provinsi, Kaltara berhasil menembus jajaran elit ini, bersanding dengan DIY, Bali, dan DKI Jakarta,” kata Jonilius kepada MataKaltara.com, sabtu (15/11/2025).
Atas keberhasilan tersebut, Pemerintah Provinsi Kaltara menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kesbangpol di kabupaten/kota yang berperan aktif memastikan target responden terpenuhi.
Jonilius menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja bersama lintas sektor serta partisipasi masyarakat yang tinggi.
“Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah kabupaten/kota serta partisipasi masyarakat yang menjadi responden pada survei IHAI Maret lalu,” tambahnya.
Empat Dimensi Harmoni
IHAI sendiri merupakan indeks komposit yang menggambarkan tingkat harmoni masyarakat melalui empat dimensi:
Ekonomi: mencerminkan kesejahteraan dan pembangunan yang inklusif.
Sosial: menilai interaksi sosial yang sehat, partisipatif, dan toleran.
Budaya: menggambarkan kekayaan nilai lokal yang hidup berdampingan dalam keberagaman.
Keberagamaan: menjamin kebebasan beragama dan memperkuat nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Jonilius, IHAI tidak hanya menjadi alat evaluasi harmoni masyarakat, tetapi juga berperan penting dalam arah pembangunan daerah.
Indeks ini mendukung visi pemerintah yang sejalan dengan Astacita Presiden Prabowo, khususnya dalam pembangunan sosial berkelanjutan, stabilitas, dan kesejahteraan berbasis keadilan.
Keberagaman yang Harus Dijaga
Ia menegaskan bahwa keberagaman etnis, budaya, dan agama di Kaltara adalah kekayaan yang perlu terus dipelihara.
“Mari kita terus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat. Dengan harmoni, Kaltara akan terus menjadi daerah yang damai, toleran, dan berkeadaban,” tutupnya.






