Penulis: Arfan | Editor: Fidelis
MATAKALTARA.COM, JAKARTA – Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Ingkong Ala, menyambangi Kompleks DPR RI di Senayan pada Kamis (27/11/2025) untuk menyampaikan usulan pembangunan Rumah Sakit (RS) Tipe B di Tanjung Selor.
Ingkong Ala datang bersama jajaran Pemprov Kaltara, termasuk Kepala Bappeda Litbang, Kepala Dinas Kesehatan, serta Asisten Pemerintahan dan Kesra.
Rombongan diterima oleh anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, yang membidangi sektor kesehatan, ketenagakerjaan, kependudukan, dan jaminan sosial.
Dalam kesempatan itu, Ingkong Ala menjelaskan bahwa Kaltara saat ini hanya memiliki satu RS Tipe B yang berada di Kota Tarakan.
Kondisi tersebut membuat beban layanan meningkat tajam karena rumah sakit itu menjadi rujukan tidak hanya untuk lima kabupaten/kota di Kaltara, tetapi juga sebagian wilayah Kalimantan Timur.
Ia menegaskan bahwa kehadiran RS Tipe B baru di ibu kota provinsi sangat diperlukan untuk mengurangi kepadatan layanan.
“Dengan penambahan satu RS Tipe B di ibu kota provinsi, kita bisa mengurai kepadatan pasien yang saat ini terjadi,” kata Ingkong Ala kepada MataKaltara.com, kamis (27/11/2025).
Pemprov Kaltara juga telah menyiapkan lahan 11 hektare di Tanjung Selor, termasuk rencana pembangunan layanan kesehatan jiwa di dalam kawasan tersebut.
Menanggapi usulan tersebut, Irma Suryani menyatakan dukungannya, namun mengingatkan bahwa pada 2026 tidak tersedia anggaran pembangunan fisik melalui DAK.
Ia menjelaskan bahwa alokasi dana tahun depan difokuskan pada pengadaan alat kesehatan untuk rumah sakit yang sudah beroperasi. Meski demikian, ia membuka peluang agar usulan ini dipertimbangkan melalui APBN Perubahan.
“Usulan ini sangat mendesak dan bisa menjadi prioritas pada APBN Perubahan 2026 atau APBN 2027,” kata Irma.
Ia memastikan akan mengawal rekomendasi tersebut kepada mitra kerja Komisi IX, yakni Kementerian Kesehatan.
Di penghujung pertemuan, Ingkong Ala berharap pemerintah pusat dapat merealisasikan pembangunan RS Tipe B guna meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kalimantan Utara.






