Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – DPRD Kabupaten Nunukan mendorong percepatan penambahan armada pengangkut sembako guna menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap aman di wilayah perbatasan.
Langkah ini dinilai strategis mengingat Nunukan sangat bergantung pada distribusi logistik melalui jalur laut. Ketika terjadi keterlambatan pengiriman atau pasokan berkurang, harga di pasaran cenderung melonjak, terutama pada momen meningkatnya permintaan.
Wakil Ketua DPRD Nunukan, Arpiah, menyampaikan bahwa usulan penambahan armada tersebut berasal dari Komisi II DPRD dan telah mendapat respons positif dari salah satu perusahaan pelayaran yang siap mendukung distribusi sembako ke Nunukan.
“Sudah ada perusahaan yang menyatakan kesiapan. Kita berharap dalam waktu dekat proposal resminya diajukan agar bisa segera diproses,” kata Arpiah kepada MataKaltara.com, Rabu (11/02/2026).
Menurutnya, DPRD membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta sepanjang memenuhi regulasi dan persyaratan yang berlaku. Setiap pengajuan akan dikaji secara komprehensif sebelum dikeluarkan rekomendasi.Skema penambahan armada sendiri masih menunggu rincian teknis dari pihak perusahaan.
Opsi yang dipertimbangkan antara lain peningkatan frekuensi kedatangan kapal yang sudah beroperasi atau menghadirkan kapal baru khusus pengangkut sembako.
Arpiah menegaskan bahwa penguatan distribusi menjadi kunci utama menekan gejolak harga. Selama pasokan mencukupi dan distribusi berjalan lancar, potensi lonjakan harga dapat diminimalisir.
“Kalau barang tersedia dan pengiriman rutin, tentu harga bisa lebih terkendali. Ini yang sedang kita upayakan bersama,” tegas Arpiah.
Selain mendorong penambahan armada, DPRD juga meminta Dinas Perdagangan untuk meningkatkan pengawasan harga di pasar tradisional serta memastikan tidak ada praktik penimbunan yang merugikan masyarakat.
DPRD berharap sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan pelaku usaha pelayaran mampu memperkuat ketahanan logistik di Nunukan, sehingga kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga terjangkau.
“Yang paling penting adalah masyarakat tidak kesulitan mendapatkan sembako dan harga tetap stabil,” pungkas Arpiah.












