Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Minimnya penerangan jalan umum (PJU) di jalur Sei Fatimah hingga Desa Binusan menjadi sorotan warga dalam kegiatan Reses Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Utara, Rismanto, Minggu (22/02/2026) sore.
Reses masa persidangan II Tahun 2026 yang digelar di RT 14, Desa Binusan Dalam, Kecamatan Nunukan itu berlangsung dinamis.
Warga memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan infrastruktur yang dinilai mendesak.
Salah satunya disampaikan Herman, warga setempat, yang meminta pemerintah segera menghadirkan penerangan jalan umum di sepanjang akses Sei Fatimah menuju Desa Binusan.
“Kalau malam hari gelap gulita, Pak. Beberapa titik memang ada cahaya dari rumah warga, tapi banyak yang benar-benar gelap. Ditambah lagi jalannya berlubang, ini rawan kecelakaan dan tindak kejahatan,” ungkap Herman di hadapan peserta Reses.
Menurutnya, kondisi tersebut sangat mengganggu mobilitas warga, terutama karena aktivitas masyarakat tidak hanya berlangsung di siang hari.
Ia berharap Rismanto dapat menindaklanjuti aspirasi tersebut ke Pemerintah Provinsi Kaltara, baik untuk perbaikan jaringan lampu yang rusak maupun penambahan PJU di titik-titik rawan.
PJU Bukan Sekadar Pelengkap
Menanggapi hal itu, Rismanto menilai persoalan PJU bukan sekadar fasilitas pelengkap, tetapi menyangkut keselamatan dan rasa aman masyarakat.
“Penerangan jalan ini kebutuhan dasar. Kalau jalannya sudah ada tapi gelap, itu tetap berisiko. Apalagi kalau ada lubang dan aktivitas warga di malam hari,” tegas politisi Partai NasDem tersebut.
Sebagai anggota Komisi III yang membidangi infrastruktur, ia mengaku akan menelusuri terlebih dahulu status kewenangan jalan tersebut, apakah masuk kategori jalan provinsi atau kabupaten.
“Kita akan cek dulu kewenangannya. Kalau itu jalan provinsi, tentu menjadi tanggung jawab kita untuk mendorong di tingkat provinsi. Kalau kabupaten, kita tetap bisa fasilitasi koordinasi,” ujarnya.
Rismanto juga menegaskan komitmennya untuk menyampaikan aspirasi tersebut dalam pembahasan bersama instansi terkait.
“Saya tidak ingin ini hanya jadi catatan reses. Kita akan komunikasikan dengan dinas teknis agar ada pemetaan kebutuhan PJU di jalur tersebut. Jangan sampai kita menunggu kejadian baru bergerak,” kata Rismanto.
Ia menambahkan, perbaikan infrastruktur harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya tambal sulam.
Melalui Reses tersebut, warga berharap persoalan penerangan dan kondisi jalan di wilayah Binusan dapat segera mendapat perhatian, sehingga akses utama desa menjadi lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Kalau memang ada titik-titik gelap dan jalan berlubang, itu harus ditangani bersamaan. Karena keselamatan warga itu prioritas,” pungkasnya.












