Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Kegiatan Reses Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dari Komisi II Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Nasir, memasuki titik ketiga di Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, Selasa (17/02/2026).
Bertempat di kediaman Rusli, kegiatan tersebut dihadiri masyarakat dari berbagai kalangan. Suasana dialog berlangsung terbuka dan penuh harapan.
Kepala Desa Mansalong, Eddy Limbang Alam, dalam sambutannya mengaku bangga atas kehadiran legislator provinsi di wilayahnya.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Bapak Muhammad Nasir adalah anggota DPRD Provinsi pertama yang melakukan reses di Desa Mansalong. Ini menjadi kebanggaan sekaligus harapan besar bagi masyarakat kami,” ungkap Eddy.
Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran di Kabupaten Nunukan membuat setiap desa hanya dapat mengusulkan tiga program prioritas. Akibatnya, banyak kebutuhan masyarakat yang belum terakomodasi.
“Karena itu, kami berharap aspirasi yang belum tertampung di kabupaten bisa diperjuangkan lewat jalur provinsi,” tambah Eddy.
Pupuk Langka, Jalan Rusak, Beasiswa Minim
Dalam sesi dialog, warga Mansalong membeberkan sejumlah persoalan mendasar yang mereka hadapi. Kelangkaan pupuk menjadi keluhan utama para petani. Kondisi tersebut dinilai sangat menghambat peningkatan produksi pertanian.
“Kalau pupuk sulit didapat, hasil tani juga ikut turun. Padahal kami sangat bergantung pada sektor ini,” ujar salah satu petani.
Selain pupuk, warga juga menyoroti kondisi jalan usaha tani yang rusak. Akses yang kurang memadai membuat distribusi hasil pertanian menjadi terhambat, terutama saat musim hujan.
Tak kalah penting, masyarakat meminta adanya bantuan beasiswa bagi anak-anak desa agar bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Pendidikan dan pertanian dinilai sebagai dua sektor kunci untuk meningkatkan kesejahteraan desa.
“Ini masa depan anak-anak kami. Kalau tidak dibantu, banyak yang terpaksa berhenti sekolah,” ungkap seorang warga Desa Mansalong dengan nada penuh harap.
Warga juga berharap adanya kesempatan kembali bagi masyarakat Desa Mansalong untuk menjadi tenaga honorer, sebagai upaya membuka lapangan kerja dan menekan angka pengangguran di desa.
Aspirasi Ini Harus Dikawal
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Muhammad Nasir menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi masyarakat sesuai kewenangan yang dimiliki di tingkat provinsi.
“Apa yang disampaikan hari ini adalah suara rakyat yang harus kami kawal. Soal pupuk, jalan tani, dan pendidikan ini menyangkut masa depan masyarakat. Saya akan memperjuangkannya semaksimal kemampuan saya sebagai anggota DPRD Provinsi Kaltara,” ucap Nasir.
Ia menambahkan, untuk persoalan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, dirinya akan membangun koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan serta anggota DPRD kabupaten dari Fraksi PKS agar dapat diperjuangkan bersama.
“Perjuangan ini tidak bisa sendiri. Harus ada sinergi antara provinsi dan kabupaten. Saya tidak ingin kehadiran saya di sini hanya menjadi agenda seremonial. Aspirasi masyarakat Mansalong harus benar-benar kita dorong agar terealisasi,” tutur Nasir.
Reses di Desa Mansalong menjadi penegasan bahwa aspirasi masyarakat pedalaman dan wilayah perbatasan tetap mendapat ruang untuk disuarakan












