Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Infrastruktur jalan dan bantuan beasiswa pendidikan menjadi dua isu utama yang mencuat dalam kegiatan Penyerapan Aspirasi Masyarakat (Reses) masa persidangan II Tahun 2026 yang digelar Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara Komisi II Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Nasir, di kediamannya di Jalan Antasari, Kelurahan Nunukan Tengah, Kecamatan Nunukan, Jumat (20/02/2026).
Kegiatan Reses yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama dan tausiyah Ramadhan itu dihadiri sekira 600 warga.
Sejak sore hari masyarakat telah memadati halaman rumah legislator tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi secara langsung.
Dalam sesi dialog terbuka, warga dari sejumlah RT di Nunukan Tengah menyampaikan kondisi jalan permukiman dan jalan usaha tani yang rusak dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan.
Jalan yang berlubang dan berlumpur dinilai menghambat aktivitas harian warga, mulai dari anak-anak yang hendak berangkat sekolah hingga petani yang mengangkut hasil panen.
Salah seorang warga mengungkapkan bahwa kerusakan jalan berdampak langsung pada distribusi hasil pertanian dan biaya transportasi yang meningkat.
“Kalau hujan, jalan becek dan kendaraan sulit lewat. Hasil tani sering terlambat sampai ke pasar. Kadang kami harus mengeluarkan biaya tambahan untuk angkut barang,” ujar warga setempat.
Menurut warga, perbaikan jalan permukiman dan jalan usaha tani sangat mendesak karena menjadi penopang utama roda ekonomi masyarakat setempat.
Mereka berharap ada peningkatan kualitas infrastruktur agar aktivitas ekonomi berjalan lebih lancar.
Selain infrastruktur, aspirasi terkait bantuan beasiswa pendidikan juga kembali disuarakan.
Sejumlah orang tua mengaku kesulitan membiayai pendidikan anak hingga ke jenjang perguruan tinggi, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.
“Kami ingin anak-anak kami bisa kuliah dan punya masa depan lebih baik, tapi biaya pendidikan cukup berat bagi kami,” kata seorang ibu rumah tangga yang hadir dalam Reses tersebut.
Menanggapi berbagai aspirasi itu, Muhammad Nasir menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dan dukungan pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang harus menjadi perhatian bersama.
Ia menyebut, jalan yang baik akan mempercepat pertumbuhan ekonomi, sementara beasiswa akan membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda.
“Perbaikan jalan akan menggerakkan ekonomi masyarakat, terutama petani dan pelaku usaha kecil. Sementara beasiswa adalah bentuk kehadiran negara untuk memastikan anak-anak kita tidak putus sekolah karena keterbatasan biaya,” tegas Muhammad Nasir.
Nasir menambahkan, seluruh aspirasi yang disampaikan warga dalam reses tersebut telah dicatat dan akan dibawa dalam forum resmi pembahasan di DPRD Provinsi Kaltara.
Kegiatan Reses yang berlangsung hangat menjelang berbuka puasa itu menjadi momentum penting bagi warga Nunukan Tengah untuk menyampaikan kebutuhan riil mereka, dengan harapan infrastruktur yang layak dan akses pendidikan yang merata dapat segera terwujud.
“Untuk program yang menjadi kewenangan kabupaten, dirinya juga akan melakukan koordinasi agar dapat diperjuangkan secara sinergis,” ungkapnya.












