Nunukan

Ibadah Kamis Putih di Paroki Santo Gabriel Nunukan, Pastor Yohanes Kefi Ekaristi Sumber Kekuatan Iman!

×

Ibadah Kamis Putih di Paroki Santo Gabriel Nunukan, Pastor Yohanes Kefi Ekaristi Sumber Kekuatan Iman!

Sebarkan artikel ini

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Suasana khidmat menyelimuti Gereja Paroki Santo Gabriel Nunukan saat umat Katolik mengikuti Ibadah Kamis Putih, Kamis (02/04/2026).

Perayaan Ekaristi yang menjadi bagian dari rangkaian Pekan Suci ini dipimpin oleh pastor tamu, Yohanes Kefi, dengan iringan koor bapak-bapak yang menghadirkan nuansa doa yang mendalam dan menyentuh.

Dalam perayaan tersebut, bacaan Injil diambil dari Yohanes 13:1-15 yang mengisahkan tindakan Yesus membasuh kaki para murid-Nya.

Peristiwa ini bukan sekadar simbol, melainkan pesan kuat tentang kasih total dan kerendahan hati yang harus dihidupi setiap pengikut Kristus.

Dalam homili (sambutan), Pastor Yohanes menegaskan bahwa Kamis Putih menjadi momen penting yang mengenangkan dua peristiwa besar dalam iman Katolik, yakni penetapan Ekaristi dan penetapan Imamat.

Ia menekankan bahwa Ekaristi merupakan pusat dan puncak kehidupan umat beriman, karena di dalamnya umat merayakan misteri wafat dan kebangkitan Kristus.

“Ekaristi adalah sumber kekuatan rohani. Dari sanalah umat memperoleh daya untuk tetap setia dalam iman dan kehidupan sehari-hari,” kata Yohanes Kefi kepada MataKaltara.com, Kamis (02/04/2026).

Ia juga mengingatkan bahwa pada hari ini para imam di seluruh dunia memperbarui janji imamat mereka.

Karena itu, umat diajak untuk turut mendoakan para imam agar tetap setia dan teguh dalam panggilan pelayanan.

Lebih jauh, Pastor Yohanes mengulas konteks budaya Yahudi pada zaman Yesus, di mana pembasuhan kaki merupakan tugas seorang hamba sebagai bentuk penghormatan kepada tamu.

Dalam konteks tersebut, tindakan Yesus menjadi sangat mengejutkan sekaligus sarat makna, karena Ia merendahkan diri-Nya sebagai pelayan.

“Malam ini kita mengenang Yesus yang membasuh kaki murid-murid-Nya sebagai tanda kerendahan hati dan kasih yang sejati,” ungkapnya.

Menutup homilinya (sambutan), Pastor Yohanes mengajak umat untuk terlebih dahulu “membasuh kaki” diri sendiri sebagai simbol pertobatan dan pembaruan hidup, sebelum melayani sesama.

Perayaan Kamis Putih ini pun menjadi momentum refleksi mendalam bagi umat Katolik di Nunukan untuk semakin menghidupi nilai kasih, kerendahan hati, dan semangat pelayanan dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page