Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Nunukan memicu terjadinya tanah longsor di Kelurahan Nunukan Tengah, Kecamatan Nunukan, Senin (05/01/2026). Peristiwa ini mengakibatkan dua rumah warga di RT 16 dan RT 10 terdampak.
Kepala Sub Bidang Penyelamatan BPBD Kabupaten Nunukan, Hasan, menjelaskan bahwa longsor terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan berlangsung dalam waktu lama, sehingga menyebabkan kondisi tanah menjadi labil dan tidak mampu menahan beban.
“Curah hujan yang tinggi dan berlangsung lama menyebabkan tanah menjadi jenuh air, sehingga terjadi longsor yang berdampak pada dua rumah warga,” kata Hasan kepada MataKaltara.com, Senin (05/01/2026).
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Nunukan bergerak cepat melakukan penanganan awal di lokasi longsoran.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemasangan terpal pada area terdampak guna mencegah terjadinya longsor susulan, terutama jika hujan kembali turun.
“Kami memasang terpal sebagai langkah sementara agar longsoran tidak melebar dan meminimalisir risiko lanjutan,” jelasnya.
Selain penanganan darurat, BPBD juga melakukan koordinasi lintas sektor dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), untuk membahas penanganan teknis lanjutan serta langkah permanen di lokasi terdampak.
“Kami telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR dan melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak akibat kejadian ini,” tambah Hasan.
Dalam proses penanganan di lapangan, sejumlah unsur terlibat, antara lain BPBD, Dinas PUPR, pihak kelurahan, TNI-Polri, serta masyarakat setempat yang turut membantu.
BPBD Kabupaten Nunukan memastikan akan terus melakukan pemantauan intensif di lokasi kejadian dan memberikan pembaruan informasi sesuai perkembangan situasi.
“Kami terus memantau kondisi di lapangan untuk memastikan keselamatan warga tetap terjaga,” pungkasnya.






