Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Memasuki hari ke-12 masa tanggap darurat banjir di Kabupaten Nunukan, kondisi di sejumlah wilayah terdampak mulai membaik.
Air yang sebelumnya menggenangi permukiman warga di beberapa kecamatan kini berangsur surut, sehingga aktivitas masyarakat perlahan kembali normal.
Kasubid Penyelamatan BPBD Kabupaten Nunukan, Hasanudin, mengatakan kondisi paling signifikan terlihat di Kecamatan Sembakung yang sebelumnya menjadi salah satu wilayah terdampak cukup parah.
“Pagi ini kondisi air di Sembakung sudah jauh surut di bawah batas normal. Begitu juga di lima kecamatan lainnya, aktivitas masyarakat sudah kembali berjalan seperti biasa,” kata Hasanudin kepada MataKaltara.com, Minggu (08/03/2026).
Seiring surutnya air, warga mulai kembali beraktivitas, membersihkan rumah serta lingkungan dari sisa genangan banjir.
Hasanudin juga memastikan proses distribusi bantuan logistik bagi warga terdampak di Kecamatan Sembakung telah selesai dilakukan.
“Untuk wilayah Sembakung, distribusi bantuan sudah tuntas disalurkan ke desa-desa terdampak sesuai data yang kami terima dari lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, penyaluran bantuan di Kecamatan Lumbis masih terus berlangsung.
Tim relawan PMI bersama unsur terkait masih bergerak di lapangan untuk memastikan seluruh warga terdampak menerima bantuan.
“Di Lumbis pendistribusian masih berjalan. Tim masih menyisir beberapa desa agar bantuan benar-benar sampai ke masyarakat,” jelasnya.
Distribusi bantuan sebelumnya dilakukan melalui jalur darat dan sungai untuk menjangkau desa-desa terdampak, seperti Lubakan, Manuk Bungkul, Atap, Tagul, Tujung, dan Pagar.
Proses penanganan banjir ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, Kampung Siaga Bencana (KSB), Tagana, Desa Tangguh Bencana (Destana), hingga para relawan.
“Sinergi semua pihak sangat membantu percepatan penanganan di lapangan. Kita berharap kondisi segera benar-benar normal sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas sepenuhnya,” ungkapnya.












