Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas LPG tetap stabil menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Langkah ini dilakukan untuk menjamin kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi di tengah meningkatnya aktivitas dan mobilitas menjelang hari raya.
Kepastian tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi pimpinan perangkat daerah yang dipimpin langsung oleh Bupati Nunukan Irwan Sabri, di Ruang Rapat VIP Lantai IV Kantor Bupati Nunukan, Senin (16/03/2026).
Rapat tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan berbagai sektor strategis, termasuk energi, siap menghadapi momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah memantau kondisi stok dan distribusi BBM serta LPG yang menjadi kebutuhan utama masyarakat, baik untuk transportasi, usaha, maupun kebutuhan rumah tangga selama periode libur lebaran.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Nunukan, Rohadiansyah, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan dan koordinasi dengan pihak terkait, kondisi stok BBM di wilayah Kabupaten Nunukan saat ini masih dalam kondisi aman.
“Untuk stok BBM selama libur lebaran dalam kondisi aman. Begitu juga dengan LPG, ketersediaannya dipastikan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat,” kata Rohadiansyah kepada MataKaltara.com, Senin (16/03/2026).
Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dan pemantauan distribusi energi agar pasokan tetap berjalan lancar, terutama di wilayah dengan mobilitas tinggi maupun daerah yang memiliki akses distribusi terbatas.
Sementara itu, Bupati Nunukan Irwan Sabri menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin mengambil risiko terkait ketersediaan energi menjelang hari besar keagamaan.
Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta terus memantau perkembangan di lapangan serta memastikan jalur distribusi berjalan normal.
Menurutnya, lonjakan konsumsi energi menjelang dan selama lebaran merupakan hal yang wajar terjadi.
Oleh sebab itu, kesiapsiagaan pemerintah daerah menjadi kunci untuk menjaga stabilitas pasokan dan mencegah terjadinya kelangkaan.
“Kita harus memastikan masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan BBM maupun LPG. Koordinasi dengan pihak terkait harus terus diperkuat agar distribusi tetap lancar,” tegasnya.
Selain memastikan ketersediaan stok, Pemkab Nunukan juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap distribusi energi agar tidak terjadi penimbunan maupun praktik spekulasi yang dapat merugikan masyarakat.
Dengan langkah antisipatif dan koordinasi lintas sektor yang terus diperkuat, Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap masyarakat dapat menjalani aktivitas menjelang hingga perayaan Idul Fitri dengan tenang, tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan kebutuhan energi.












