Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Cuaca buruk yang melanda perairan Yamaker, Kabupaten Nunukan, kembali memakan korban materiil. Dalam rentang waktu kurang dari dua jam, dua perahu mesin dilaporkan tenggelam akibat dihantam angin kencang dan gelombang tinggi, Selasa (18/02/2026).
Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 13.30 WITA di kawasan Jembatan Perikanan Yamaker.
Sebuah perahu jongkong bermuatan sekitar 30 drum BBM solar milik Haji Anto dilaporkan tenggelam setelah kemasukan air dari sisi lambung.
Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Sunarwan, menjelaskan bahwa saat kejadian perahu dalam posisi bersandar di dermaga.
“Cuaca saat itu angin bertiup cukup kencang disertai ombak yang tinggi. Air masuk dari samping perahu hingga akhirnya perahu tidak mampu bertahan dan tenggelam di sekitar dermaga perikanan Yamaker,” kata Sunarwan kepada MataKaltara.com, Rabu (18/02/2026).
Perahu tersebut menggunakan dua mesin 15 PK merek Yamaha dan dikemudikan oleh juragan Iwan serta Ilham.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun satu unit perahu bersama puluhan drum BBM solar ikut tenggelam.
Belum selesai penanganan informasi pertama, sekitar pukul 15.10 WITA, insiden serupa kembali terjadi.
Sebuah perahu jongkong bermuatan rumput laut dan kayu pancang yang dinakhodai Asri dan Bunding tenggelam setelah dihantam gelombang saat berada di pesisir PLBL Tanah Merah.
Menurut Ipda Sunarwan, perahu tersebut sebelumnya baru kembali dari aktivitas memukat di perairan Kenabasan.
“Akibat angin kencang dan ombak besar, perahu hanyut dan akhirnya tenggelam. Selanjutnya terbawa arus hingga ke perairan Yamaker,” jelasnya.
Dalam kejadian kedua, satu unit perahu mesin 15 PK beserta muatan rumput laut dan pancang dilaporkan hilang tenggelam. Meski demikian, seluruh awak selamat.
Pihak kepolisian memastikan bahwa dua kejadian tersebut murni akibat faktor cuaca ekstrem dan tidak ditemukan unsur kelalaian maupun tindak pidana.
“Kedua kejadian tidak menimbulkan korban jiwa. Situasi di sekitar perairan Yamaker saat ini dalam keadaan aman dan kondusif. Namun kami tetap mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pemilik perahu, agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu,” ungkapnya.
Perairan Nunukan dalam beberapa hari terakhir memang dilaporkan mengalami peningkatan intensitas angin dan tinggi gelombang, sehingga aktivitas pelayaran tradisional perlu ekstra kehati-hatian.












