Duka Dunia Olahraga Nunukan Atlet Panjat Tebing Philipus Rinaldi Tutup Usia

oleh

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Kepergian atlet panjat tebing berprestasi asal Nunukan, Philipus Rinaldi Ama Payong Ata Mukin, menjadi kehilangan besar bagi dunia olahraga Kalimantan Utara.

Atlet muda yang dikenal gigih dan penuh semangat itu meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas pada Sabtu (3/1/2026) sore di Jalan Pangeran Antasari Baru, Kelurahan Selisun, Kecamatan Nunukan Selatan.

Kabar duka tersebut dengan cepat menyebar di kalangan atlet, pelatih, hingga masyarakat olahraga.

Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai pihak yang mengenal sosok Aldi sapaan akrab Philipus Rinaldi sebagai atlet yang sederhana, disiplin, dan selalu total dalam setiap latihan maupun pertandingan.

Sejak menekuni olahraga panjat tebing, Aldi dikenal memiliki tekad kuat untuk terus berkembang.

Ia tidak hanya mengandalkan bakat, tetapi juga kerja keras dan kedisiplinan tinggi. Hal itu yang kemudian membawanya menjadi atlet andalan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Nunukan.

Ketua FPTI Nunukan, Lukman, menyebut Aldi sebagai contoh atlet muda yang patut diteladani. Menurutnya, almarhum tidak pernah mengeluh meski menjalani latihan berat dan jadwal pertandingan yang padat.

“Aldi itu tidak banyak bicara, tapi kerjanya nyata. Dia membuktikan kemampuannya lewat prestasi, bukan lewat kata-kata,” kata Lukman kepada MataKaltara.com, minggu (4/1/2026).

Ia pernah menyumbangkan medali perak pada ajang Pra-PON di Semarang dan Pomnas di Surabaya, serta tampil mewakili daerah pada PON Aceh.

Sejak usia belasan tahun, Aldi konsisten membawa pulang medali dari berbagai kejuaraan daerah dan nasional.Meski demikian, di balik prestasinya, Aldi tetap dikenal sebagai pribadi rendah hati.

Ia menjalin hubungan baik dengan sesama atlet dan kerap memberi semangat kepada junior-juniornya di arena panjat tebing.

Kepergian Aldi di usia yang masih sangat muda meninggalkan duka mendalam, terutama bagi keluarga, rekan sesama atlet, serta pengurus FPTI Nunukan.

Banyak pihak menilai, dunia panjat tebing Indonesia kehilangan salah satu atlet potensial yang masih memiliki masa depan panjang.

“Kami kehilangan atlet, sahabat, sekaligus inspirasi. Semangatnya akan terus kami kenang,” kata Lukman.

Meski telah berpulang, jejak perjuangan dan prestasi Philipus Rinaldi Ama Payong Ata Mukin akan tetap hidup dalam sejarah olahraga Nunukan.

Dedikasi dan kerja kerasnya diharapkan mampu menginspirasi generasi muda untuk terus berprestasi dan menjunjung sportivitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *