Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN — Suasana tenang di Jalan Ujang Dewa, RT 002, Kecamatan Nunukan Selatan, mendadak berubah mencekam ketika api berkobar dari sebuah kios milik warga pada Senin (26/1/2026) malam.
Kobaran api yang muncul sekitar pukul 22.55 WITA itu dengan cepat membesar dan melahap dua bangunan kayu di kawasan permukiman padat tersebut.
Warga yang pertama kali melihat kejadian mengungkapkan api berasal dari bagian meteran listrik kios barang campuran.Beberapa detik sebelum api membesar, terdengar suara letupan kecil yang memicu kepanikan warga sekitar.
Peristiwa tersebut segera dilaporkan Babinsa Kelurahan Mansapa, Surahman, kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Nunukan.
Tak berselang lama, petugas pemadam tiba di lokasi dengan mengerahkan empat unit armada.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdamkarmat Nunukan, Wahyudi Kawariyin, mengatakan petugas langsung melakukan pemadaman dan pendinginan guna mencegah api merembet ke bangunan lain yang jaraknya cukup berdekatan.
“Kondisi bangunan mayoritas berbahan kayu, sehingga potensi api meluas sangat tinggi. Alhamdulillah, api berhasil kami kendalikan dalam waktu sekitar satu setengah jam,” kata Wahyudi kepada MataKaltara.com, selasa (27/1/2026).
Dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Namun, dua bangunan dengan ukuran masing-masing sekitar 4×6 meter dan 5×7 meter mengalami kerusakan total.
Satu bangunan diketahui dalam keadaan kosong, sementara satu kios lainnya berisi barang dagangan dan peralatan usaha.
Sejumlah barang berharga ikut terbakar, di antaranya 10 unit lemari es, satu unit sepeda listrik, serta berbagai perabot dan stok dagangan.
Total kerugian material ditaksir mencapai kurang lebih Rp60 juta.Berdasarkan keterangan sementara dari saksi di lokasi, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada meteran kios.
Meski demikian, pihak Damkar menegaskan bahwa penyelidikan lanjutan tetap akan dilakukan oleh instansi terkait.
Wahyudi pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya dengan rutin memeriksa instalasi listrik dan menghindari penggunaan sambungan listrik yang tidak standar, terutama pada bangunan kayu dan lokasi usaha.






