Nunukan

DPRD Nunukan Desak SPAM Sebuku Benahi Krisis Air Bersih, Rumah Sakit Terancam Tanpa Pasokan

×

DPRD Nunukan Desak SPAM Sebuku Benahi Krisis Air Bersih, Rumah Sakit Terancam Tanpa Pasokan

Sebarkan artikel ini

Penulis:Fidelis | Editor:Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Andi Fajrul Syam, mendesak pemerintah daerah bersama pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sebuku segera mengambil langkah nyata mengatasi persoalan air bersih.

Dalam peninjauan lapangan pada Rabu (17/09/2025), Fajrul bersama Kepala Unit SPAM Sebuku, Israfil, menemukan sejumlah persoalan serius yang selama ini membebani pelayanan dasar masyarakat.

Salah satu sorotan utama adalah posisi sumur intake yang terlalu jauh dari bibir sungai. Kondisi itu membuat proses pengolahan air terhenti total saat debit sungai surut.

“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Harus ada langkah konkret, apakah dengan ponton atau memajukan posisi intake sesuai kondisi lapangan,” kata Fajrul kepada MataKaltara.com, pukul 10.30 Wita.

Politisi NasDem itu juga menyoroti jaringan pipa yang sudah uzur bahkan sebagian lama tidak difungsikan.

Menurutnya, peremajaan total wajib segera dilakukan agar pasokan air tidak tersendat.Lebih jauh, ia menekankan pentingnya perluasan jaringan pipa menuju fasilitas vital, seperti Rumah Sakit Pratama dan Desa Kekayap. Hingga kini, rencana pemasangan pipa ke Rumah Sakit Pratama disebutnya masih kosong.

“Padahal ini menyangkut pelayanan kesehatan masyarakat. Kita butuh kepastian jadwal pengerjaan secepatnya,” ujarnya.

Selain itu, penataan pipa tersier dan sambungan rumah juga dinilai mendesak agar distribusi air lebih merata dan kebocoran bisa ditekan.

“Jangan sampai masyarakat dan rumah sakit kekurangan air bersih hanya karena eksekusi yang lambat,” ungkapnya.

Tidak hanya soal teknis air bersih, Fajrul turut menyoroti lambannya jaringan internet di wilayah Sebuku. Kondisi itu menghambat pencatatan meteran pelanggan secara digital.

“Kalau jaringan internet tidak diperkuat, sistem pencatatan dan penagihan akan terus kacau. Alternatif sistem harus segera disiapkan agar pelayanan ke masyarakat tidak terganggu,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page