Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Sebuku selama dua hari berturut-turut memicu peristiwa tanah longsor di Desa Pembeliangan, Rabu malam (22/10/2025).
Satu rumah milik warga bernama Umar, rusak berat akibat terdorong material tanah dari perbukitan di belakangnya.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.00 Wita, ketika Umar dan keluarganya sedang beristirahat. Ia menceritakan, beberapa menit sebelum kejadian, terdengar suara gemuruh dari arah belakang rumah.
“Saya kira cuma suara hujan deras, tapi tiba-tiba tanah bergerak dan rumah langsung miring. Kami lari keluar secepatnya,” tutur Umar dengan wajah masih terlihat cemas saat ditemui MataKaltara.com, Minggu (26/10/2025) pagi.
Tak lama setelah mereka keluar, rumah tersebut bergeser sekitar dua meter ke depan dan sebagian dinding permanennya retak parah.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Kini Umar bersama istri dan anaknya mengungsi di rumah tetangga yang tak jauh dari lokasi.
Mengetahui peristiwa itu, tim BPBD Kabupaten Nunukan bersama BPBD Pos Sebuku, aparat kecamatan, dan relawan PMR SMAN 1 Sebuku segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan membantu warga terdampak.
Kasubid Informasi BPBD Nunukan, Basir, mengatakan bahwa hujan dengan intensitas tinggi menjadi penyebab utama pergeseran tanah di kawasan perbukitan tersebut.
“Kondisi tanah di lokasi masih sangat labil, jadi kami belum bisa membongkar reruntuhan bangunan. Saat ini kami fokus pada penyaluran bantuan dan penanganan darurat,” ujarnya.
BPBD Nunukan telah mendirikan tenda sementara untuk tempat tinggal Umar sekeluarga serta menyalurkan bantuan sembako, selimut, dan perlengkapan dasar lainnya.
Selain itu, pihak BPBD juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan dinas sosial untuk mengupayakan bantuan perbaikan rumah dan bantuan sosial lanjutan.
Basir mengingatkan masyarakat di wilayah perbukitan agar tetap siaga menghadapi potensi bencana serupa.
Curah hujan yang masih tinggi dikhawatirkan dapat memicu longsor susulan di daerah sekitarnya.
“Kami imbau warga segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah seperti retakan di halaman atau dinding rumah. Keselamatan jiwa jauh lebih penting,” tegasnya.
Meski kehilangan rumah, Umar mengaku bersyukur keluarganya selamat.
“Alhamdulillah, masih diberi keselamatan. Rumah bisa dibangun lagi, yang penting kami semua selamat,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.












