Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Debit air Sungai Sembakung di Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, terpantau mengalami kenaikan signifikan pada Jumat (27/02/2026) pagi.
Ketinggian air di tiang ukur mencapai 4,35 meter atau naik sekitar 1,35 meter dari kondisi normal yang berada di kisaran 3 meter.
Kepala Sub Bidang Penyelamatan BPBD Nunukan, Hasanuddin, mengatakan kenaikan terjadi secara bertahap sejak beberapa hari terakhir, dipicu tingginya curah hujan di wilayah hulu.
“Untuk Sembakung, tinggi muka air sudah berada di angka 4,35 meter. Ini mengalami kenaikan bertahap dan perlu diwaspadai apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi,” kata Hasanuddin kepada MataKaltara.com, Minggu (01/03/2026).
Ia menambahkan, masyarakat yang bermukim di bantaran sungai diminta tetap siaga dan mempersiapkan langkah antisipasi apabila terjadi lonjakan debit air susulan.
Selain faktor hujan lokal, kenaikan debit air juga dipengaruhi kiriman dari wilayah perbatasan Malaysia melalui aliran Sungai Pansiangan.
Kondisi tersebut turut memberikan tekanan tambahan terhadap sejumlah titik rawan banjir.
“Kami mendapat laporan adanya kiriman air dari wilayah Malaysia melalui Sungai Pansiangan. Ini tentu berdampak pada kenaikan debit di beberapa titik,” jelasnya.
Berbeda dengan kondisi di Sembakung, situasi di Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, justru menunjukkan tren positif.
Tinggi Muka Air (TMA) yang sebelumnya sempat menyentuh 9,8 meter pada Kamis sore, kini berangsur turun menjadi 7,9 meter pada Jumat pagi.
“Di Mansalong memang ada penurunan sekitar dua meter lebih. Ini cukup melegakan, namun kita tetap harus waspada karena prakiraan cuaca masih berpotensi hujan,” tambahnya.
Berdasarkan informasi dari BMKG Stasiun Meteorologi Nunukan, sejumlah wilayah di Kabupaten Nunukan diprakirakan mengalami cuaca beragam, mulai dari cerah berawan hingga hujan ringan sampai sedang.
Khusus wilayah Lumbis Raya, hujan diprediksi masih akan terjadi sepanjang hari.
“Prakiraan BMKG hari ini masih hujan di Lumbis Raya. Artinya, potensi kenaikan debit air tetap ada,” tuturnya.
BPBD Nunukan saat ini terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan tinggi muka air di beberapa titik rawan serta berkoordinasi dengan aparat kecamatan dan desa.
Masyarakat diimbau untuk aktif memantau informasi resmi dan segera melapor apabila terjadi peningkatan debit air secara signifikan, guna menghindari dampak yang lebih besar.












