Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Nunukan dalam beberapa hari terakhir menyebabkan debit sejumlah sungai meningkat signifikan. Kondisi ini memicu banjir di beberapa kecamatan, dengan ratusan rumah warga terdampak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan mencatat, wilayah yang paling terdampak berada di Kecamatan Sebuku dan Sembakung Atulai.
Kedua wilayah tersebut merupakan daerah langganan banjir karena berada di kawasan hulu dan aliran sungai besar.
Kepala Sub Bidang Penyelamatan BPBD Nunukan, Hasan, menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan Pos BPBD Sebuku pada Rabu (07/01/2026) pagi, tinggi muka air Sungai Sebuku mengalami peningkatan dan mulai meluap ke permukiman warga.
“Air sungai naik cukup cepat dan saat ini telah memasuki rumah warga di Desa Kunyit. Meski demikian, kondisi masih terpantau aman dan belum ada laporan pengungsian,” kata Hasan kepada MataKaltara.com, rabu (07/01/2026).
Di Kecamatan Sembakung Atulai, banjir merendam Desa Liuk Bulu dan Desa Binanun dengan ketinggian air mencapai hingga dua meter.
Sekitar 300 rumah terendam, menyebabkan aktivitas warga terganggu, terutama akses transportasi darat yang belum dapat digunakan.
“Untuk sementara, warga menggunakan perahu sebagai sarana transportasi. Kami terus memantau perkembangan kondisi air karena hujan masih berpotensi turun,” ujar Hasan.
BPBD juga melaporkan bahwa kondisi di Kecamatan Lumbis relatif terkendali. Tinggi muka air di Jembatan Sungai Sembakung tercatat menurun menjadi sembilan meter dan belum menimbulkan dampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.
Namun demikian, BPBD mengingatkan adanya potensi kenaikan debit air di Kecamatan Sembakung.
Saat ini, tinggi muka air Sungai Sembakung tercatat 4,35 meter atau berada di atas ambang normal yang ditetapkan.
BPBD Nunukan bersama aparat kecamatan dan desa terus bersiaga serta melakukan pendataan warga terdampak.
Masyarakat di daerah rawan banjir diimbau meningkatkan kewaspadaan dan segera mengamankan barang-barang berharga.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Jika kondisi memburuk, segera laporkan ke aparat setempat agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin,” tutup Hasan.






