Nunukan

Anggota DPRD Nunukan Desak Pemkab Lakukan Perbaikan Akses Jalan ke Lokasi Rumput Laut

×

Anggota DPRD Nunukan Desak Pemkab Lakukan Perbaikan Akses Jalan ke Lokasi Rumput Laut

Sebarkan artikel ini

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Kondisi akses jalan menuju tempat bettang (rumah ikat rumput laut) di RT 14, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan kembali mencuat dalam agenda penjaringan Reses Anggota DPRD Nunukan, Andi Fajrul Syam.

Keluhan itu disampaikan langsung oleh Ketua RT 14 yang mengungkapkan bahwa jalan menuju lokasi produksi rumput laut kini dalam kondisi memprihatinkan.

Permukaannya berlumpur, tergenang air, dan nyaris tidak layak dilalui, terutama saat air pasang.

Situasi tersebut dinilai sangat menghambat aktivitas warga yang setiap hari bergantung pada jalur itu.

Menurut Andi Fajrul, sangat ironis apabila pemerintah terus berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi, sementara akses menuju pusat produksi rakyat justru dibiarkan dalam kondisi rusak.

“Pertumbuhan ekonomi tidak lahir dari baliho, tidak tumbuh dari slogan. Pertumbuhan lahir dari akses yang dibenahi. Kalau akses produksi saja rusak, becek, tergenang dan sulit dilewati, maka sebenarnya kita sedang menghambat ekonomi rakyat dengan tangan kita sendiri,” kata Andi kepada MataKaltara.com, Selasa (17/02/2026).

Ia pun mempertanyakan komitmen pemerintah daerah dalam memprioritaskan sektor riil, khususnya produksi rumput laut yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat pesisir Nunukan.

“Bagaimana hasil rumput laut bisa cepat sampai ke pengepul? Bagaimana biaya distribusi mau ditekan? Bagaimana kualitas mau terjaga kalau aksesnya seperti ini?” ujarnya.

Politisi NasDem itu menilai persoalan tersebut bukan semata soal jalan rusak, melainkan menyangkut keseriusan pemerintah dalam menentukan prioritas pembangunan yang berpihak pada kebutuhan dasar masyarakat.

“Ini bukan jalan wisata, bukan juga jalan alternatif. Ini urat nadi ekonomi warga. Di jalur ini hasil rumput laut diangkut, di jalur ini aktivitas harian masyarakat berjalan, dan di jalur ini sumber penghasilan keluarga dipertaruhkan. Jadi jangan anggap ini persoalan sepele,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, ia mendesak Pemerintah Kabupaten Nunukan agar segera mengambil langkah konkret, bukan sekadar retorika.

Ia menyampaikan tiga langkah yang dinilai mendesak untuk segera direalisasikan.

Pertama, perbaikan permanen akses jalan menuju tempat bettang.

Kedua, normalisasi sungai yang selama ini menjadi jalur distribusi alternatif.

Ketiga, penanganan serius kawasan produksi rumput laut sebagai wilayah strategis penopang ekonomi masyarakat.

“Jangan terus-menerus mengatakan mari tingkatkan pertumbuhan ekonomi kalau jalan menuju pusat perputaran ekonomi saja tidak diperbaiki. Ekonomi tidak bergerak di atas lumpur. Ekonomi butuh jalan. Ekonomi butuh akses. Ekonomi butuh keberpihakan yang nyata,” tutupnya.

Menurutnya, jika sektor produksi terus dibiarkan dengan kondisi akses seperti saat ini, masyarakat wajar mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam membangun ekonomi dari bawah.

Aspirasi tersebut, lanjut Andi Fajrul akan diperjuangkan dalam pembahasan program dan anggaran bersama DPRD Nunukan sebagai bagian dari komitmen mengawal kebutuhan dasar masyarakat pesisir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page