Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Sore itu, halaman rumah Kapten Purnawirawan Burhan di Desa Harapan, Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan tak seperti biasanya.
Lebih dari seratus warga berkumpul, duduk melingkar, menyampaikan keluh kesah yang selama ini tersimpan.
Bagi mereka, ini bukan sekadar pertemuan Reses. Ini adalah momen langka.
Untuk pertama kalinya, seorang anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) datang langsung ke desa mereka.
Muhammad Nasir, Anggota DPRD Kaltara dari Komisi II Fraksi PKS (Partai Keadilan Sejahtera), yang menjadikan Desa Harapan sebagai titik pertama dari lima agenda Resesnya di Kabupaten Nunukan, Senin (16/02/2026).
Suasana dialog berlangsung hangat. Tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan hingga warga biasa silih berganti menyampaikan aspirasi.
Tepuk tangan beberapa kali terdengar, terutama saat seorang tokoh adat berdiri dan menyampaikan rasa syukurnya.
“Baru kali ini ada anggota DPRD Provinsi yang datang langsung ke Desa Harapan untuk mendengar keluhan kami,” ujar salah satu toko adat disambut riuh warga.
Air Bersih Jadi Kebutuhan Mendesak
Di antara banyaknya aspirasi, satu isu paling mengemuka yakni air bersih. Warga SP3 Desa Harapan mengaku hingga kini belum tersentuh jaringan PDAM.
Padahal, kebutuhan air bersih adalah persoalan dasar yang berdampak langsung pada kesehatan dan aktivitas sehari-hari.
“Air bersih ini kebutuhan utama. Kami sangat berharap PDAM bisa masuk ke Desa Harapan,” kata salah satu perwakilan warga Desa Harapan dengan nada tegas.
Bagi masyarakat yang sebagian besar menggantungkan hidup dari sektor pertanian, ketersediaan air bukan sekadar fasilitas melainkan penopang kehidupan.
Keselamatan Pelajar dan Bus Sekolah
Tak hanya air bersih, keselamatan anak-anak juga menjadi sorotan.
Warga mengusulkan pengadaan bus sekolah. Selama ini, banyak pelajar di bawah umur terpaksa mengendarai sepeda motor sendiri ke sekolah. Risiko kecelakaan mengintai setiap hari.
“Keselamatan anak-anak kita harus jadi prioritas. Jangan sampai ada korban lagi,” ucap tokoh pemuda setempat, merujuk pada insiden kecelakaan pelajar yang belum lama terjadi.
Aspirasi lain pun mengalir yakni perbaikan jalan usaha tani, ketersediaan pupuk subsidi, perbaikan rumah ibadah, baik masjid maupun gereja, hingga program beasiswa bagi anak-anak desa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Komitmen dan Koordinasi
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Muhammad Nasir menegaskan seluruh aspirasi yang diterima adalah amanah yang harus diperjuangkan.
Untuk kewenangan kabupaten, ia berjanji akan menyampaikannya langsung kepada Bupati Nunukan serta berkoordinasi dengan anggota DPRD Nunukan dari dapil IV.
Sementara untuk kewenangan provinsi, ia memastikan akan mengawal melalui mekanisme pembahasan anggaran dan program di DPRD.
Sebagai anggota Komisi II yang membidangi perekonomian, Nasir menilai kebutuhan air bersih, pupuk subsidi, dan jalan usaha tani berkaitan langsung dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
“Reses ini bukan sekadar agenda formal. Ini tanggung jawab moral dan politik agar masyarakat di pelosok benar-benar didengar,” tegas Nasir.
Reses di Desa Harapan ini menjadi awal dari lima titik kunjungan di Kabupaten Nunukan. Bagi warga Sebuku, harapan kini tak lagi sebatas angan. Mereka telah menyuarakannya langsung. Tinggal menunggu, sejauh mana suara itu akan diwujudkan.












