Pemkab Nunukan

Pemkab Nunukan Tekankan Pentingnya Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Kebakaran

×

Pemkab Nunukan Tekankan Pentingnya Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Kebakaran

Sebarkan artikel ini

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN -Pemerintah Kabupaten Nunukan terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran melalui Workshop Penguatan Sistem Pencegahan dan Respon Cepat Terhadap Bahaya Kebakaran di Perusahaan dan Pemukiman yang digelar Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Nunukan, Selasa (19/05/2026), di Lantai 4 Kantor Bupati Nunukan.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Nunukan Irwan Sabri yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Nunukan, Sirajuddin.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Sirajuddin, ditegaskan bahwa persoalan kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk perusahaan dan instansi terkait.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak harus saling membantu dan saling mengingatkan agar lingkungan tetap aman dari bahaya kebakaran,” kata Sirajuddin kepada MataKaltara.com, Senin (25/05/2026).

Ia juga menekankan pentingnya respon cepat saat kebakaran terjadi, khususnya pada lima menit pertama yang dinilai menjadi waktu krusial untuk mencegah api semakin meluas dan menimbulkan kerugian lebih besar.

Menurutnya, peningkatan kesadaran, kesiapsiagaan, dan koordinasi lintas sektor menjadi langkah penting dalam membangun sistem penanganan kebakaran yang efektif di Kabupaten Nunukan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Nunukan, Ramlan Apriyadi, mengatakan workshop tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam memperkuat sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran secara terpadu.

“Kebakaran merupakan ancaman serius yang dapat menimbulkan kerugian besar terhadap keselamatan jiwa, lingkungan, fasilitas umum, maupun aset perusahaan dan masyarakat,” jelasnya.

Ia menyebut, banyak peristiwa kebakaran sebenarnya dapat dicegah apabila terdapat budaya keselamatan, sistem deteksi dini, sarana proteksi yang memadai, serta keterlibatan aktif seluruh pihak.

Workshop tersebut diikuti unsur TNI, Polri, perangkat daerah, perusahaan swasta hingga BUMN di wilayah Kabupaten Nunukan.

Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi dan penguatan koordinasi lintas sektor guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran.

“Kami berharap workshop ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi dan langkah nyata yang dapat diterapkan secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page