Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Sekretaris Komisi I DPRD Nunukan, Muhammad Mansur, meminta PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik tetap stabil selama bulan Ramadhan.
Permintaan tersebut disampaikan Mansur berkaca pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, di mana gangguan listrik dan pemadaman bergilir kerap terjadi saat memasuki Ramadhan.
Kondisi byarpet dinilai sangat mengganggu kenyamanan masyarakat, khususnya ketika menjalankan ibadah di malam hari.
“Kami meminta PLN memastikan tidak ada lagi gangguan listrik selama Ramadhan. Jangan sampai byarpet atau pemadaman bergilir kembali terjadi saat masyarakat sedang beribadah,” kata Mansur kepada MataKaltara.com, Senin (16/02/2026).
Menurutnya, kebutuhan listrik cenderung meningkat selama Ramadhan, terutama pada malam hari ketika warga melaksanakan salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, hingga menyiapkan santap sahur.
Karena itu, kesiapan pembangkit dan jaringan distribusi harus menjadi perhatian serius.
Mansur menekankan pentingnya langkah antisipatif dari PLN, mulai dari pemeriksaan rutin, pemeliharaan jaringan, hingga mitigasi gangguan teknis sebelum Ramadhan tiba.
Ia berharap seluruh sistem kelistrikan dalam kondisi siap operasi agar suplai daya tetap terjaga tanpa hambatan.
“Kalau memang ada kendala teknis, sampaikan kepada masyarakat. Jangan sampai listrik padam tanpa pemberitahuan yang jelas,” ujarnya.
Ia menilai listrik merupakan kebutuhan dasar yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Selain untuk rumah tangga, pasokan listrik juga menopang aktivitas pelaku usaha kecil dan menengah, khususnya pedagang kuliner yang ramai berjualan saat Ramadhan.
“Ramadhan bukan hanya soal ibadah, tetapi juga perputaran ekonomi warga. Kalau listrik sering padam, tentu banyak pihak yang dirugikan,” ucapnya.
Karena itu, Mansur berharap selama bulan suci Ramadhan pasokan listrik di Kabupaten Nunukan dapat berlangsung tanpa gangguan, sehingga ibadah masyarakat dan aktivitas ekonomi tetap berjalan lancar.












