Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Komitmen memperkuat ketahanan pangan daerah terus dimatangkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) salah satunya upaya memperluas tambah tanam yang dilakukan Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian (DKPP) Nunukan di tahun 2026 ini.
Hal ini dilihat dari rapat persiapan kegiatan Luas Tambah Tanam (LTT) tahun 2026 di ruang rapat dinas setempat, Kamis (12/02/2026).
Rapat tersebut dihadiri perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Utara, jajaran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), serta para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari berbagai kecamatan.
Forum yang dimulai pukul 09.00 Wita itu berlangsung dalam suasana diskusi terbuka dan dialog interaktif, dengan fokus menyamakan persepsi serta menyusun strategi teknis pencapaian target LTT di tahun mendatang.
Kepala Bidang Infrastruktur Pangan, Sarana dan Prasarana Pertanian DKPP Nunukan, Sambiyo menegaskan bahwa penetapan target luas tanam padi 2026 menjadi langkah krusial dalam menyusun proyeksi produksi dan kebutuhan dukungan sarana prasarana.
“Penetapan target ini penting agar kita dapat mengetahui proyeksi luas tanam sekaligus memprediksi hasil produksi padi yang akan dicapai. Dari sana kita bisa menghitung kebutuhan benih, pupuk, alsintan hingga dukungan pendampingan di lapangan,” kata Sambiyo kepada MataKaltara.com, Jumat (13/02/2026).
Menurutnya, peningkatan luas tanam tidak hanya berbicara soal angka, tetapi juga kesiapan sistem pendukung.
Mulai dari optimalisasi lahan sawah eksisting, percepatan tanam pada lahan tadah hujan, hingga identifikasi potensi lahan baru yang bisa dikembangkan menjadi areal persawahan produktif.
“Ini juga merupakan program dari kementerian pertanian. Sehingga, kita berupaya agar produksi kita di perbatasan ini dapat meningkat,” ungkapnya.
Dia mengatakan strategi percepatan tanam melalui sinkronisasi jadwal musim tanam, pemetaan wilayah prioritas, serta penguatan peran PPL dalam pendampingan petani.
“Para penyuluh kita harapkan aktif memastikan kesiapan kelompok tani, mulai dari ketersediaan benih unggul hingga pengelolaan air di tingkat lapangan,” ucapnya.
Sambiyo menambahkan, keberhasilan LTT sangat bergantung pada sinergi lintas sektor.
Kolaborasi antara pemerintah kabupaten, provinsi, hingga dukungan kebijakan pusat menjadi kunci agar target yang ditetapkan tidak sekadar administratif, tetapi benar-benar terealisasi di lapangan.
“Kita ingin capaian LTT tahun 2026 lebih terukur dan berdampak langsung pada peningkatan produksi. Harapannya, produksi padi kita meningkat, ketergantungan pasokan dari luar bisa ditekan, dan petani semakin sejahtera,” tegasnya.
Diketahui, Kabupaten Nunukan sebagai wilayah perbatasan memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga stabilitas pasokan pangan.
Akses distribusi, kondisi geografis, hingga fluktuasi harga menjadi faktor yang harus diantisipasi melalui penguatan produksi lokal.
“Kita optimistis produksi pertanian tahun 2026 akan mengalami peningkatan signifikan,” pungkasnya.












