Nunukan

Meski KM Thalia Docking Distribusi Sembako ke Nunukan Tetap Lancar

×

Meski KM Thalia Docking Distribusi Sembako ke Nunukan Tetap Lancar

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan memastikan ketersediaan bahan pokok di wilayah perbatasan tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga satu bulan ke depan, meski sempat muncul kekhawatiran terkait distribusi pasokan.

Kepala Bidang Perdagangan DKUMKMPP Nunukan, Dior Frames, menyampaikan bahwa hasil pengawasan terakhir menunjukkan stok sembako dalam kondisi stabil.

Masuknya kapal KM Pantokrator secara rutin setiap pekan menjadi penopang utama kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok.

“Walaupun KM Thalia sedang docking, pasokan tetap terjaga karena KM Pantokrator masih rutin beroperasi setiap minggu,” kata Dior Frames kepada MataKaltara.com, Rabu (11/02/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari KSOP, KM Thalia telah bertolak dari Parepare pada 16 Februari dan dijadwalkan tiba di Nunukan pada 18 Februari.

Pemerintah daerah juga telah menyurati pihak penyedia jasa pelayaran untuk mengusulkan penambahan armada pada rute Nunukan–Parepare guna memperkuat jalur distribusi.

Namun demikian, penambahan armada masih menunggu keputusan dari pihak penyedia jasa, mengingat adanya pertimbangan teknis dan kemampuan operasional.Dari sisi harga, hingga minggu pertama Februari belum terjadi lonjakan signifikan.

Meski begitu, pemerintah tetap mewaspadai potensi kenaikan harga menjelang Ramadan dan Idulfitri, khususnya pada komoditas cabai, bawang merah, bumbu dapur, minyak goreng, serta bahan kue.

Komoditas daging sapi dan ayam juga diprediksi mengalami kenaikan mendekati Hari Raya Idulfitri. Sementara itu, harga beras medium saat ini berada di kisaran Rp14.000–Rp14.500 per kilogram, sedangkan beras premium sekitar Rp16.000 per kilogram.

Beberapa merek seperti Ikan Terbang dan Mawar Melati tercatat mencapai Rp16.500 per kilogram.Dior menegaskan, penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) di Nunukan tidak bisa disamakan dengan wilayah lain, terutama Pulau Jawa, karena tingginya biaya distribusi dan logistik di daerah perbatasan.

Pemerintah juga mengimbau para agen dan distributor untuk tidak melakukan penimbunan barang serta tetap memanfaatkan kapal swasta maupun kapal Pelni yang tersedia untuk menjaga kelancaran pasokan.

“Kami akan terus melakukan pemantauan rutin agar tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga yang merugikan masyarakat,” tutup Dior Frames.

Dengan kondisi stok yang masih aman dan pengawasan yang terus dilakukan, masyarakat Nunukan diharapkan tetap tenang serta bijak dalam berbelanja menjelang bulan suci Ramadan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page