Kebakaran Rumah Dua Lantai di Nunukan Tengah Damkar Klarifikasi Isu Keterlambatan

oleh

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Peristiwa kebakaran rumah dua lantai di Jalan Rimba, Kelurahan Nunukan Tengah, Selasa (27/01/2026) dini hari, tidak hanya menyisakan puing bangunan, tetapi juga membuka fakta di balik beratnya tantangan yang dihadapi petugas pemadam kebakaran di Kabupaten Nunukan.

Di tengah kepanikan warga yang menyaksikan api membesar, perhatian publik sempat tertuju pada jeda sekitar 10 menit sebelum petugas melakukan penyemprotan air.

Situasi itu memunculkan beragam asumsi, mulai dari dugaan kehabisan air hingga keterlambatan respons petugas.Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Nunukan memastikan, keputusan tersebut diambil semata-mata demi keselamatan personel.

Aliran listrik di lokasi kebakaran saat itu masih aktif dan berpotensi menimbulkan risiko fatal jika air disemprotkan secara langsung.

“Keselamatan petugas adalah prioritas utama. Kami tidak bisa mengambil risiko di tengah kondisi listrik yang belum dipadamkan,” kata Aristra kepada MataKaltara.com, selasa (27/01/2026).

Menurut Aristra, kesiapan air pada unit pemadam dalam kondisi aman. Setiap armada selalu menjalani pengecekan rutin saat pergantian jaga, sehingga isu kehabisan air dinilai tidak berdasar.

Di balik penanganan kebakaran tersebut, terungkap pula keterbatasan yang masih dihadapi Disdamkarmat Nunukan.

Meski memiliki 10 unit mobil pemadam kebakaran, sebagian peralatan yang digunakan sudah berusia lama dan membutuhkan pembaruan.

“Kami juga masih kekurangan selang, mesin portable, hingga alat pelindung diri. Ini sangat berpengaruh pada kecepatan dan efektivitas pemadaman di lapangan,” ungkap Aristra.

Persoalan sumber air turut menjadi kendala klasik. Hidran kebakaran hingga kini hanya tersedia di kawasan perkotaan Nunukan, sementara wilayah lain seperti Nunukan Selatan belum memilikinya.

Kondisi tersebut membuat petugas harus mengandalkan sumber air alternatif saat terjadi kebakaran.

Disdamkarmat berharap adanya peran aktif dari pemerintah kelurahan dan RT setempat untuk menyiapkan bak penampungan air yang dapat dimanfaatkan dalam situasi darurat.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Informasi awal dari warga menyebutkan api diduga berasal dari area belakang bangunan yang difungsikan sebagai gudang.

Dugaan sementara, sumber api kemungkinan berkaitan dengan penggunaan lilin karena minimnya penerangan.

Meski api berhasil dipadamkan, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa upaya penanggulangan kebakaran tidak hanya bergantung pada kecepatan petugas, tetapi juga kesiapan infrastruktur dan dukungan lingkungan sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *