Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Kabupaten Nunukan terus mengalami dinamika kependudukan yang cukup signifikan.
Sebagai wilayah perbatasan negara, arus keluar-masuk penduduk menjadi fenomena yang tak terpisahkan dari pertumbuhan jumlah warga setiap tahunnya.
Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Nunukan mencatat, rata-rata jumlah penduduk bertambah sekitar 8.000 jiwa per tahun.
Angka tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat, baik akibat kelahiran maupun perpindahan penduduk dari dan ke Nunukan.
Sekretaris Disdukcapil Kabupaten Nunukan, Wilson, mengatakan bahwa karakter wilayah perbatasan membuat Nunukan menjadi daerah tujuan sekaligus daerah transit bagi banyak warga.
“Mobilitas masyarakat di Nunukan cukup tinggi. Ada yang datang untuk menetap, ada juga yang hanya sementara, terutama terkait pekerjaan,” kata Wilson kepada MataKaltara.com, sabtu (24/01/2026).
Ia menjelaskan, seluruh aktivitas pengurusan administrasi kependudukan menjadi dasar pencatatan data tersebut.
Mulai dari perekaman KTP, penerbitan kartu keluarga, hingga perpindahan domisili, semuanya terdata secara terpusat.Namun, Wilson menekankan bahwa laju pertumbuhan penduduk tidak selalu stabil setiap tahunnya.
Faktor ekonomi, kesempatan kerja, hingga kebijakan di daerah dan negara tetangga turut memengaruhi naik-turunnya angka pertumbuhan.
“Kadang bisa lebih dari delapan ribu, kadang juga di bawah. Itu tergantung kondisi di lapangan,” jelas Wilson.
Selain perpindahan domestik, Disdukcapil juga melayani warga yang mengurus dokumen kependudukan untuk bekerja ke luar negeri, khususnya ke Malaysia.
Menurut Wilson, pelayanan administrasi tetap diberikan selama persyaratan dipenuhi, tanpa membedakan tujuan warga.
“Pelayanan administrasi kependudukan bersifat terbuka. Selama syarat lengkap, pasti kami layani,” tegas Wilson.
Hingga saat ini, Disdukcapil Kabupaten Nunukan masih menunggu rilis resmi data jumlah penduduk tahun 2025 dari pemerintah pusat.
Data tersebut akan menjadi dasar penetapan jumlah penduduk secara nasional sekaligus menjadi acuan perencanaan pembangunan daerah.
“Biasanya rilis data dari pusat keluar di akhir Januari atau awal Februari,” tutup Wilson.






