Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Seorang warga Kelurahan Nunukan Timur, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi korban gigitan buaya saat melintas di belakang rumahnya, Rabu (06/11/2025), sore.
Korban diketahui bernama Syamsudin (64), seorang buruh harian lepas yang tinggal di Jalan Tien Soeharto atau dikenal juga sebagai Jalan Lingkar, RT 17 Nunukan Timur.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Iptu Andre Azmi Azhari, membenarkan insiden tersebut.
“Benar, sekira pukul 18.15 Wita, korban digigit buaya saat hendak ke rumah tetangganya melalui jalur belakang rumah. Buaya muncul dari selokan yang terhubung dengan laut,” kata Andre Azmi Azhari kepada MataKaltara.com.
Menurut keterangan Polisi, buaya tiba-tiba muncul dari selokan (paret) dan langsung menggigit paha kanan korban.
Hewan buas itu kemudian menarik Syamsudin hingga terjatuh ke dalam paret.
“Korban sempat melakukan perlawanan dengan memukul bagian mata buaya menggunakan tangannya, hingga buaya melepaskan gigitannya. Namun, hewan tersebut sempat menggigit lagi kaki korban sebelum akhirnya pergi,” terang Andre.
Usai kejadian, korban segera ditolong oleh anaknya, Sawiah, dan dibawa ke Puskesmas Nunukan untuk mendapatkan perawatan medis.
Dari hasil pemeriksaan, korban mengalami luka gigitan di bagian kaki kanan, mulai dari lutut hingga betis, dan mendapat sekitar 10 jahitan.
Setelah mendapatkan perawatan, korban diperbolehkan pulang sekira pukul 19.45 Wita.
Andre menjelaskan, lokasi kejadian memang rawan karena selokan di belakang rumah korban terhubung langsung dengan laut.
“Saat air laut pasang, volume air di selokan meningkat dan buaya sering terlihat muncul di sekitar area itu. Kami mengimbau warga agar lebih waspada, terutama saat melintas di dekat paret pada sore atau malam hari,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, saat ini kondisi cuaca di Nunukan sedang memasuki musim hujan, sehingga masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.
Dari informasi yang dihimpun, kemunculan buaya di area tersebut bukan yang pertama kali terjadi.
“Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan saat malam hari, sebaiknya warga membawa penerangan yang cukup dan selalu mawas diri terhadap lingkungan sekitar,” ungkap Andre.







