Pertemuan di Markas Lanal Nunukan hasilkan tiga langkah konkret untuk menjamin keamanan nelayan di perairan perbatasan

oleh

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Meningkatnya kasus perampokan di perairan Sebatik membuat keresahan di kalangan nelayan setempat.

Menyikapi hal ini, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Nunukan Andi Fajrul bersama Ketua Himpunan Nelayan Sebatik dan sejumlah korban insiden, melakukan kunjungan silaturahmi ke Markas Komando Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Nunukan, Rabu (29/10/2025).

Rombongan diterima langsung oleh Komandan Lanal Nunukan, Kolonel Laut (P) Primayantha Maulana Malik, dalam suasana penuh keakraban namun serius membahas langkah konkret menghadapi maraknya aksi kejahatan laut di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia tersebut.

Pertemuan itu menghasilkan tiga solusi cepat untuk menjamin keamanan nelayan Sebatik:

1. Peningkatan pengawasan dan komunikasi cepat.Lanal Nunukan akan menetapkan satu titik pancang sebagai area operasi nelayan serta membentuk grup WhatsApp khusus untuk mempercepat pelaporan dan koordinasi saat terjadi insiden di laut.

2. Penambahan armada patroli.Lanal akan mengusulkan kepada pemerintah daerah agar menambah speedboat di Pos Angkatan Laut (Posal) yang belum memiliki sarana patroli memadai.

3. Patroli rutin oleh Marinir.Lanal Nunukan juga akan berkoordinasi dengan satuan Marinir untuk memastikan kehadiran aparat di lapangan lebih intensif.

Ketua Komisi II DPRD Nunukan, Andi Fajrul, mengapresiasi langkah cepat dan responsif dari pihak Lanal.

“Kita tidak bisa membiarkan nelayan hidup dalam rasa takut. Peningkatan patroli dan komunikasi lapangan harus segera dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya kepada MataKaltara.com, Rabu (29/10/2025) sore.

Ia menegaskan, DPRD Nunukan akan mendorong pemerintah daerah untuk menindaklanjuti kebutuhan penambahan armada patroli demi menjaga keselamatan nelayan di perairan Sebatik.

Sementara itu, Danlanal Nunukan, Kolonel Laut (P) Primayantha Maulana Malik, menegaskan komitmen jajarannya untuk menjaga keamanan laut dan mendorong partisipasi aktif masyarakat nelayan.

“Semakin aktif komunikasi antara nelayan dan aparat, semakin kecil peluang pelaku kejahatan beraksi,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *