Dua Pelajar Nunukan Melaju ke Panggung Nasional, Siap Gaungkan Budaya Tidung di Ajang Duta Budaya Indonesia 2025

oleh

Penulis:Fidelis | Editor:Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) kembali mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional.

Dua putra-putri daerah, Muthia Zakiyah Romdhanny dan Muhammad Rizky, resmi lolos sebagai nominasi Duta Budaya Indonesia (DBI) 2025 yang akan digelar di Solo, Jawa Tengah, pada November 2025.

Muthia Zakiyah, siswi SMA Negeri 1 Nunukan yang akrab disapa Kiyah, mengaku perjalanan menuju panggung DBI tidak mudah. Semuanya berawal dari informasi di media sosial yang kemudian ia jadikan tantangan untuk membuktikan kecintaannya terhadap budaya daerah.

“Seleksinya cukup panjang. Ada tahap administrasi, wawancara, hingga tes pengetahuan budaya yang dilaksanakan daring. Materinya seputar sejarah, tradisi, hingga potensi lokal. Selain itu, ada penilaian bakat, public speaking, dan kampanye budaya kreatif,” kata Kiyah kepada MataKaltara.com, Selasa (26/08/2025).

Kiyah menilai keberhasilan ini bukan sekadar kebanggaan pribadi, melainkan juga amanah besar.

“Saya ingin memperkenalkan kearifan lokal Nunukan, terutama budaya Suku Tidung yang selama ini belum banyak terekspos,” ucapnya.

Menjelang kompetisi nasional, Kiyah giat memperdalam pengetahuan budaya, melatih komunikasi publik, hingga menyiapkan busana tradisional. Tantangan terbesarnya justru membangun kepercayaan diri.

“Tidak cukup hanya tahu budaya, tapi bagaimana bisa meyakinkan orang lain ketika menyampaikannya. Karena itu saya banyak latihan bicara di depan umum,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Rizky juga sedang mematangkan persiapan serupa. Keduanya diharapkan bisa saling menguatkan untuk tampil maksimal sebagai duta budaya asal Nunukan.

Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Nunukan, Abdul Halid mengapresiasi capaian dua putra-putri daerah, Muthia Zakiyah Romdhanny dan Muhammad Rizky.

“Kami bangga, generasi muda Nunukan berani tampil di tingkat nasional dengan membawa identitas budaya. Pemerintah daerah siap memberikan pendampingan dan fasilitas agar mereka bisa tampil maksimal,” ungkap Abdul Halid.

Hal serupa disampaikan Kepala Bidang Kebudayaan dan Pembinaan Kesenian, Sadariah, bahwa DBI bukan sekadar ajang adu prestasi.

“Ini wadah pembelajaran dan promosi budaya. Kami ingin Kiyah dan Rizky tidak hanya menampilkan pengetahuan, tapi juga rasa percaya diri sebagai wakil daerah,” tutur Sadariah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *