Pemekaran Desa Seikapal-Nunukan Tertunda, Warga Terganjal Syarat Jumlah Penduduk

oleh

Penulis:Fidelis | Editor:Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Harapan warga Desa Seikapal, Kecamatan Sei Manggaris, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) untuk segera memiliki pemerintahan sendiri kembali tertunda.

Usulan pemekaran yang sudah diperjuangkan sejak 2019, lagi-lagi terbentur masalah klasik yakni jumlah penduduk yang belum memenuhi syarat.

Perwakilan masyarakat Seikapal sempat mendatangi kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Nunukan.

Mereka mempertanyakan alasan pemerintah belum juga mengabulkan aspirasi yang diyakini akan memperbaiki pelayanan publik sekaligus mempercepat pembangunan di daerah perbatasan tersebut.

Namun, hasil verifikasi terbaru menunjukkan angka kependudukan masih kurang. Berdasarkan data resmi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Nunukan, calon desa baru itu hanya memiliki 1.155 jiwa dengan 210 kartu keluarga (KK).

Padahal, aturan pemekaran desa mensyaratkan minimal 1.500 jiwa.Kepala DPMPD Nunukan, Helmi Pudaaslikar, menegaskan pihaknya hanya bisa merujuk pada data dari Disdukcapil.

Menurutnya, ada selisih antara data yang disampaikan tim presidium pemekaran dengan catatan resmi pemerintah.

“Kalau memang ada warga yang belum tercatat, terutama yang belum melakukan perekaman e-KTP, RT bersama pemerintah desa induk perlu segera mengusulkan. Kami akan bantu dorong agar Disdukcapil turun langsung melakukan pelayanan jemput bola,” kata Helmi Pudaaslikar kepada MataKaltara.com, Selasa (26/08/2025), siang.

Disdukcapil Nunukan, kata Helmi, sudah menyatakan kesiapan mengirim tim perekaman ke lapangan. Fokus utamanya ada pada RT baru, yakni RT 12 dan RT 13, yang diharapkan bisa menambah jumlah penduduk agar memenuhi persyaratan administratif.

Seikapal sendiri merupakan wilayah pemekaran dari Desa Sekaduyun Taka, yang lahir tahun 2010 setelah dimekarkan dari Kelurahan Nunukan Utara. Dua tahun kemudian, desa induk itu resmi masuk ke Kecamatan Sei Manggaris.

Dengan wilayah yang luas dan berbatasan langsung dengan Sabah, Malaysia, Seikapal memiliki potensi besar untuk berkembang.Warga Seikapal berharap, perjuangan panjang selama enam tahun terakhir tidak berakhir sia-sia.

Mereka menunggu langkah konkret pemerintah dalam mempercepat pemenuhan syarat administratif agar desa impian mereka bisa segera lahir.

“Wilayah ini luas sekali, berbatasan langsung dengan Sabah, Malaysia. Jadi potensi untuk berkembang itu ada. Tapi syarat kependudukan tetap harus dipenuhi, itu PR utama mereka,” ucap Helmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *