Politeknik Negeri Nunukan Klaim Serapan Lulusan Capai 70 Persen, LMND Ingatkan Pentingnya Soft Skill

oleh

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Klaim Politeknik Negeri Nunukan (PNN) soal 70 persen lulusannya terserap dunia kerja dinilai belum cukup.

Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Nunukan mengingatkan bahwa keberhasilan lulusan tidak hanya ditentukan oleh hard skill, tetapi juga soft skill yang kerap terabaikan.

Direktur PNN, Arkas Viddy menyebut serapan lulusan dari jurusan Teknik Alat Berat, Teknik Sipil, dan Administrasi Bisnis cukup tinggi di sektor industri maupun perbankan.

Namun, jurusan Teknologi Hasil Perikanan masih rendah serapannya, lantaran terbatasnya industri pengolahan kelautan di daerah.

“PNN selalu siap menjawab tantangan zaman. Lulusan kami sudah banyak diterima dunia kerja, meski memang ada jurusan yang belum optimal karena faktor industri,” ujar Arkas dalam audiensi bersama LMND Nunukan, Jumat (22/08/2025), pagi.

Arkas menambahkan, selain serapan kerja, kampus terus meningkatkan mutu akademik. Sejak berstatus negeri pada 2020, PNN menghadirkan dosen tamu dari Filipina, Malaysia, Korea, Amerika, hingga Brasil.

Berbagai fasilitas juga dibangun, termasuk laboratorium terpadu berbasis artificial intelligence (AI) dan gedung baru berlantai tiga.

Tahun depan, PNN menargetkan membuka empat jurusan sarjana terapan (D4). Meski mengapresiasi capaian tersebut, Ketua EK LMND Nunukan, Firmanio, menilai bahwa kesiapan mahasiswa di dunia kerja tidak bisa hanya mengandalkan keterampilan teknis.

“Soft skill itu kunci. Dunia kerja menuntut lulusan yang mampu berkomunikasi, beradaptasi, dan membangun jejaring. Kalau hanya mengandalkan hard skill, mahasiswa bisa gagap menghadapi tantangan nyata. Kami mendorong PNN memberi perhatian serius pada aspek ini,” kata Firmanio.

LMND Nunukan juga menawarkan kerja sama untuk memperkuat kurikulum non akademik, termasuk pelatihan kepemimpinan, komunikasi, hingga manajemen diri bagi mahasiswa.

Sebagai tindak lanjut, PNN dan LMND sepakat untuk menandatangani nota kesepahaman (MoU) dalam waktu dekat.

“Kesepakatan ini diharapkan menjadi tonggak baru penguatan pendidikan vokasi di perbatasan, agar lulusan PNN tidak hanya siap bekerja, tetapi juga unggul secara karakter dan kepribadian,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *