Penulis:Fidelis | Editor:Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Perairan Sei Pancang Kuning, Sebatik, Kabupaten Nunukan kembali menjadi saksi bisu keganasan alam.
Seorang nelayan, Firmansyah (45), warga Tanjung Harapan, Kecamatan Sebatik Timur, ditemukan meninggal dunia setelah kapal yang ia tumpangi bersama dua rekannya terbalik diterjang angin kencang dan badai, pada Rabu (13/08/2025) dini hari.
Peristiwa tragis ini terjadi saat ketiganya sedang memukat rumput laut di tengah gelombang. Kapal mereka tak sanggup melawan terjangan cuaca buruk.
Dalam kegelapan dan dinginnya air laut, mereka terombang-ambing. Dua diantaranya berhasil selamat, sementara Firmansyah tak kembali ke permukaan.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Tarakan, Dede Hariana, menceritakan kronologi pencarian korban yang memakan waktu hampir setengah hari sejak informasi diterima Pos SAR Nunukan pada Kamis pagi.
“Informasi awal kami terima pukul 06.15 Wita dari rekan korban. Tim SAR gabungan langsung bergerak menuju lokasi yang berjarak sekitar 18,5 mil laut dari Pos SAR Nunukan. Kondisi cuaca cerah, namun proses pencarian tetap menantang karena area cukup luas,” kata Dede Hariana kepada MataKaltara.com, Kamis (14/08/2025), siang.
Sekira pukul 12.30 Wita, Tim SAR gabungan berhasil menemukan Firmansyah dalam kondisi tak bernyawa pada koordinat 03°54’37.4″ N 117°52’33.4″ E, atau sekira 1,84 mil laut dari lokasi kejadian awal.
Korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Pratama Sebatik.Bagi keluarga, kabar duka ini menjadi pukulan berat.
Firmansyah dikenal sebagai sosok yang tak kenal lelah mencari nafkah di laut demi keluarganya.Beberapa tetangga menyebut ia selalu pulang membawa cerita, bukan hanya hasil tangkapan.
Kali ini, ia pulang tanpa suara.Dede Hariana mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian.
“Kami berterima kasih kepada Polairud, Lanal Nunukan, BPBD, Polres Nunukan, keluarga korban, dan masyarakat yang turut membantu. Operasi SAR resmi ditutup siang ini setelah korban ditemukan,” ungkap Dede Hariana.
Basarnas mengingatkan para nelayan untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca mendadak di laut.
“Kami imbau nelayan memantau prakiraan cuaca dan melengkapi alat keselamatan sebelum melaut,” tutur Dede Hariana.