Nunukan

6 Kecamatan Sudah Terendam, BPBD Nunukan Keluarkan Peringatan Siaga Satu

×

6 Kecamatan Sudah Terendam, BPBD Nunukan Keluarkan Peringatan Siaga Satu

Sebarkan artikel ini

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Banjir kembali meluas di wilayah Daerah Aliran Sungai Sembakung. Puncak kenaikan debit air terjadi pada Selasa malam (24/02/2026).

Sedikitnya enam kecamatan dilaporkan sudah terendam akibat meluapnya Sungai Sembakung setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari terakhir.

Luapan air terpantau mulai dari wilayah Lumbis Hulu dan terus bergerak ke arah hilir hingga kawasan Sembakung.

Permukiman warga di bantaran sungai dan dataran rendah menjadi titik paling terdampak.

Menanggapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Nunukan resmi mengeluarkan peringatan Siaga Satu untuk wilayah terdampak, khususnya di Kecamatan Lumbis dan daerah hilir Sungai Sembakung.

Kasubid Evakuasi BPBD Nunukan, Hasanuddin, menegaskan bahwa status Siaga 1 diberlakukan sebagai langkah antisipasi dini mengingat debit air masih berpotensi bertambah apabila hujan kembali mengguyur wilayah hulu.

“Air kiriman dari Lumbis Hulu sudah meluap dan bergerak ke hilir. Kami minta warga bantaran sungai tetap waspada dan bersiap jika sewaktu-waktu dilakukan evakuasi,” kata Hasanuddin kepada MataKaltara.com, Rabu (25/02/2026).

BPBD telah menyiagakan personel serta peralatan evakuasi di sejumlah titik rawan.

Koordinasi juga dilakukan bersama aparat kecamatan, desa, TNI-Polri, dan relawan untuk memastikan respons cepat apabila kondisi memburuk.

Masyarakat diimbau segera mengamankan dokumen penting dan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.

Warga juga diminta mematikan aliran listrik jika air mulai memasuki rumah guna menghindari risiko korsleting.

“Keselamatan jiwa adalah yang utama. Jangan menunggu air semakin tinggi baru mengungsi, terutama bagi lansia, anak-anak, dan warga yang membutuhkan bantuan khusus,” tegasnya.

BPBD membuka layanan siaga 24 jam untuk laporan darurat dan permintaan bantuan evakuasi.

Warga juga diingatkan agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi serta tetap mengikuti arahan petugas di lapangan.

“Kita juga sudah disiagakan personel untuk mengantisipasi potensi banjir susulan apabila intensitas hujan di wilayah hulu kembali meningkat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page