Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN -Pemerintah Kabupaten Nunukan (Pemkab) Kalimantan Utara (Kaltara) bergerak cepat menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Melalui rapat koordinasi yang digelar Kamis (19/02/2026), jajaran pemerintah daerah memastikan distribusi logistik tetap lancar dan stok sembako dalam kondisi aman.
Rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah tersebut dihadiri para asisten dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Bappeda dan Litbang, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP), Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Perikanan, serta Satpol PP.
Kepala Bidang Perdagangan DKUKMPP, Dior R. Frames, menegaskan bahwa kondisi stok dan ketersediaan sembako di Kabupaten Nunukan masih dalam batas aman menjelang Ramadan dan Idulfitri.
“Jalur distribusi atau supply chain sudah kembali normal. Kapal KM Thalia telah kembali beroperasi setelah docking hampir tiga minggu, sehingga distribusi sembako, khususnya beras, kembali lancar,” kata Dior kepada MataKaltara.com, Jumat (20/02/2026).
Kembalinya operasional KM Thalia dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus barang ke wilayah perbatasan tersebut.
Dengan distribusi yang kembali stabil, potensi gejolak harga dapat ditekan.Untuk komoditas lain, ketersediaan ayam potong dan ayam petelur disebut mencukupi.
Pasokan tidak hanya mengandalkan produksi lokal, tetapi juga suplai dari Sulawesi untuk kebutuhan telur.
Namun demikian, pemerintah memprediksi adanya kenaikan harga pada komoditas cabai merah dan cabai rawit menjelang Lebaran akibat meningkatnya permintaan masyarakat.
Mengantisipasi lonjakan konsumsi, pemerintah daerah mengimbau para pedagang pasar untuk meningkatkan volume pemesanan barang.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara permintaan dan ketersediaan barang di pasaran.Di sisi lain, intervensi pasar juga terus dilakukan.
Sebelumnya, Pemkab Nunukan telah menggelar pasar murah dengan menjual minyak goreng merek Viola seharga Rp18.000 per 800 mililiter dan Rp36.000 per 1.800 mililiter.
Program tersebut akan kembali digelar pada Sabtu mendatang di wilayah Nunukan Selatan, tepatnya di Pasar Perbatasan.
Tak hanya di Pulau Nunukan, pasar murah juga dijadwalkan berlangsung pada 23–27 Februari di wilayah Sebuku, Sembakung, dan Lumbis.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi menjaga daya beli masyarakat menjelang Ramadan.
Selain stabilisasi harga, pemerintah daerah juga mulai menata pelaksanaan Pasar Ramadan.
Sejumlah titik strategis di Pulau Nunukan seperti kawasan Alun-Alun, Blok 3, dan UKM Center disiapkan menjadi lokasi berjualan.
Penataan ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan pedagang sekaligus kelancaran aktivitas masyarakat selama bulan suci.
“Kita optimistis stabilitas harga dan kelancaran distribusi bahan pokok dapat terus terjaga hingga perayaan Idulfitri mendatang,” pungkasnya.












